Selasa, Agustus 3, 2021
26.9 C
Manokwari
26.9 C
Manokwari
Selasa, Agustus 3, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

98,889
Total Kematian
Updated on Tuesday, 3 August 2021, 20:09 8:09 pm
524,142
Total Kasus Aktif
Updated on Tuesday, 3 August 2021, 20:09 8:09 pm
3,496,700
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Tuesday, 3 August 2021, 20:09 8:09 pm

Monitoring LKPJ Bupati, Ini Deretan Temuan Tim II DPRD Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.com- Tim II DPRD Kabupaten Manokwari menemukan sejumlah temuan dalam pelaksanaan monitoring terhadap LKPJ Bupati Manokwari 2020.

Paling mencolok adalah pembangunan ruang kelas baru, tetapi tidak dilengkapi mebel R. Hal ini dianggap mubasir karena meskipun ruang kelas sudah rampung, tetap saja belum bisa digunakan.

“Dari sejumlah bangunan kelas baru memang sudah dirampungkan pembangunannya, tetapi disayangkan tidak dilengkapi mebel R sehingga ruang kelas tersebut belum digunakan. Ini kan mubasir karena belum bisa digunakan,” kata Masrawi Arianto, anggota Tim II yang juga Ketua Komisi A DPRD Manokwari, Senin (28/6/2021).

“Sehingga ke depannya seharusnya dinas bisa punya perencanaan setiap bangunan kelas baru harus juga dianggarkan dengan mebel R. Ini yang menjadi perhatian kita,” tambahnya.

Dari sejumlah bangunan ruang baru, Tim II juga menemukan ada bangunan kelas yang tidak rampung pembangunannya, yaitu di SD Inpres 42 Taman ria.

Dalam laporannya, disebutkan dari dua ruangan tersebut dialokasikan anggaran Rp608 juta yang baru terealisasi 50 persen. Hal ini akan menjadi catatan dewan untuk mempertanyakannya ke OPD terkait.

Selain itu, yang menjadi perhatian tim juga adalah pembangunan enam ruangan kelas di SDN 05 Sanggeng. Pasalnya pembangunannya di tanah milik Fasharkan TNI-AL.

“Kalau yang di SDN 05 Sanggeng, informasi dari guru setempat bawah itu dibangun dari tanah milik instansi lain. Selama ini penggunaan lahannya hanya pinjam/sewa. Seandainya pemilik lahan menarik kembali lahannya, lalu bangunan pemda yang sudah dibangun di atasnya seperti apa. Sehingga ke depannya jika akan dilakukan pembangunan harus jelas tanah itu merupakan milik pemda,” tambah politisi PKS itu.

Dari sejumlah sekolah yang dilakukan kunjungan. yaitu di SD 35 Sanggeng yaitu pembangunan tiga ruangan kelas dan SMPN 6 Manokwari, yaitu baru ruangan kelas. (LP3/Red)

Latest news