Minggu, September 25, 2022
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Minggu, September 25, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Minta Presiden Jokowi Hentikan Operasi Militer, Ini Pernyataan Tegas TPNPB-OPM

MANOKWARI, Linkpapua.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengeluarkan pernyataan terbaru, terkait penyerangan di Pos Koramil Persiapan Kodim 1809/Maybrat.

Pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Seby Samblom, melalui video rekaman. Ada beberapa hal yang disampaikan dalam rekaman pernyataan berdurasi 2 menit 14 detik itu.

Pertama, meminta kepada aparat keamanan untuk menghentikan operasi militer. “Mengeluarkan peringatan tegas kepada pemerintah Indonesia. Di mana aparat keamanan Indonesia telah melakukan operasi militer yang masif di Aifat Selatan,” kata Seby Samblom dalam rekaman yang dikutip pada Senin (6/9/2021) itu.

“Oleh karena itu, kami dengan tegas menyampaikan kepada pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo agar segera menghentikan operasi militer,” tegas Seby Samblom.

Baca juga:  Jaringan Damai Papua Minta Jokowi Hentikan Operasi Militer Pasca Pembunuhan 4 Prajurit TNI
Baca juga:  Imbauan Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir S.Sos

Kedua, TPNPB-OPM bersedia berunding dengan pemerintah terkait penyerangan di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada Kamis dini hari (2/9/2021) lalu. “Kami (bersedia) duduk di meja perundingan,” kata Seby Samblom.

Seby Samblom melanjutkan aksi TPNPB-OPM tidak akan berhenti begitu saja. “Karena perang yang dilakukan TPNPB-OPM tidak akan berhenti sampai di sini. Perang akan berlanjut terus sampai Papua merdeka,” katanya.

Ketiga, Seby Samblom juga memberikan perhatian fokus atas banyaknya masyarakat, khususnya di Maybrat, yang mengungsi ke hutan imbas penyerangan. Atas hal itu, TPNPB-OPM kembali meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menghentikan operasi militer.(LP2/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here