Sabtu, Juli 2, 2022
28.1 C
Manokwari
28.1 C
Manokwari
Sabtu, Juli 2, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Gelar ‘Cinta dan Bangga Rupiah’, BI Papua Barat Edukasi Pelajar

MANOKWARI, linkpapua.com Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat menyelenggarakan event CBP Rupiah Beraksi – Berkarakter di Mesjid Nurul Huda Yapis, Rabu (13/4/2022). Even ini merupakan rangkaian kegiatan edukasi yang menjadi rutinitas BI.

Kali ini CBP Rupiah tematik Ramadan tajuk utama ‘Serambi Rupiah Ramadhan Cinta Bangga Paham Rupiah’.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap CBP Rupiah dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadan. CBP Rupiah Ramadan Beraksi,” jelas Deputi Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat Wilson L Tobing dalam keterangan tertulis, Kamis (14/4/2022).

CBP Rupiah secara umum terdiri atas 4 kegiatan utama. Yaitu penampilan Storytelling CBP Rupiah, pemutaran film CBP Rupiah, sosialisasi CBP Rupiah dan quiz interaktif.

Melalui even ini, kata Wilson, diharapkan dapat mengolaborasi nilai-nilai religi yang kuat dalam bulan Ramadan terhadap pesan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. Sehingga berdampak kepada transformasi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Baca juga:  Dukung Pertumbuhan UMKM, BI-Pemprov Papua Barat Luncurkan Program Kasuari
Baca juga:  Dukung Pertumbuhan UMKM, BI-Pemprov Papua Barat Luncurkan Program Kasuari

‘Khususnya terkait perubahan perilaku terhadap rupiah yaitu dalam merawat rupiah, berbelanja bijak, bangga dan menggunakan uang rupiah secara cermat,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan diikuti para pelajar dari sejumlah SD di Manokwari. Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap kesadaran untuk mencintai dan merawat rupiah.

Anak anak kata Wilson juga digugah agar angga kepada rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Menurutnya, sejak dini mereka harus memahami fungsi rupiah sebagai alat transaksi pembayaran.

“Dapat diterapkan oleh masyarakat sejak dini melalui siswa-siswi Sekolah Dasar. Dengan begitu ketersediaan uang layak edar (ULE) di masyarakat dapat terjaga dengan baik dan mendukung kelancaran sistem pembayaran di Indonesia terutama pada bulan Ramadan kali ini,” imbuhnya. (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here