Jumat, September 17, 2021
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Jumat, September 17, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,138
Total Kematian
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm
68,942
Total Kasus Aktif
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm
4,185,144
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm

Genjot Pariwisata, Pemkab Mansel Sediakan Gazebo Bagi Pengunjung Gunung Botak

MANSEL,Linkpapua.com- Objek wisata Gunung Botak, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat kembali dapat polesan. Pemda Manokwari melalui Dinas Pariwisata, membangun Gazebo sebagai tempat untuk bersantai sembari pengunjung beristirahat menikmati pemandangan.

Gunung Botak adalah ikon wisata Mansel, olehnya Pemkab terus berinovasi untuk menyiapkan spot-spot indah bagi pengunjung. Plt. kepala Dinas Pariwisata mansel, Hendrik Mokiri mengatakan, penempatan Gazebo berada di akhir tangga seribu, dimana saat ini baru ada spot “selfie Love”.

“Tapi nanti tempat selfie akan kami lepas dan rencana membangun Gasebo di situ satu unit sebagai tempat bersantai di atas, dan rencananya tahun depan akan kami bangun untuk ukurannya agak besar dan disitu rencana dilengkapi dengan teropong pemantauan untuk memantau keindahan disekitar,” ungkapnya, Ujarnya, Kamis (20/5/2021).

Dengan kondisi covid-19 Tahun ini Kata Hendrik, pembangunan dilakukan secara bertahap, itu karena anggaran sebahagian dialihkan untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Mengenai promosi wisata, ia membeberkan, telah bekerjasama dengan rekanan di luar daerah, seperti Bali dan Jakarta. Sebaran promisi juga dilakukan melalui sosial media.

Saat ini, penarikan retribusi masuk dalam rangka mendongkrak pendapatan daerah, Pemda belum akan melakukan penarikan retribusi, karena masih menunggu regulasi Perda atau Perbup. Nantinya, akan dilaksanakan sosialisasi peraturan kepada masyarakat agar mereka faham dengan retribusi itu.

Saat ini, pemerintah memberi kepercayaan kepada masyarakat untuk menjaga fasilitas wisata. Termasuk di tangga seribu yang dijaga oleh masyarakat kampung Yekwandi, sementara di Gunung Pramuka akan dipercayakan kepada masyarakat di Kampung Siep.

“Untuk menjaga, karcis masuk yang saat ini mereka minta sebesar Rp 10.000, itu untuk operasional mereka seperti pembeli air minum dan rokok dalam melakukan pembersihan sampah di sekitar dan itu sudah dibicarakan dengan Dinas Pariwisata, sehingga itu bukan sebagai retribusi masuk tetapi untuk pembersihan dan operasional,” Jelasnya. (LP6/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here