Senin, Agustus 8, 2022
25.9 C
Manokwari
25.9 C
Manokwari
Senin, Agustus 8, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Sepanjang 2020, Disperindag Papua Barat Salurkan 248.889 Paket Bapok

MANOKWARI, Linkpapua.com- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua Barat menyalurkan bantuan bahan pokok (bapok) makanan 248.889 paket selama tahun anggaran 2020. Bantuan sosial itu telah dikucurkan sejak awal pandemi Covid-19 pada Maret 2020.

Kepala Disperindag Papua Barat, George Yarangga, menjelaskan penyaluran 248.889 paket bapok dibagi menjadi tiga tahap penyaluran. Satu tahap sebanyak 82.963 paket dan telah disalurkan sejak awal pandemi Covid-19 Maret 2020. Mekanisme penyaluran itupun kembali diterapkan pada tahun anggara 2021.

“Ada tiga tahap penyaluran bapok. Satu tahap sebanyak 82.963 paket, dikali tiga karena tiga tahap. Mekanisme penyaluran itu juga masih kita terapkan di tahun anggaran 2021,” kata Yarangga saat ditemui Linkpapua.com, Rabu (14/7/2021), di halaman kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat.

Yarangga menegaskan, penyaluran bapok dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 dipastikan bakal tepat sasaran. Sebab, administrasi jumlah kepala keluarga (KK) yang benar-benar membutuhkan stimulus dari pemerintah, didata langsung kelurahan setempat.

Baca juga:  Gubernur Dominggus Kukuhkan 7 Paskibra Papua Barat 2021
Baca juga:  Pangdam: Musuh Kita Covid-19, Harus Dilawan dengan Langkah Strategis

“Penyaluran bapok masih berlanjut, ya, masih tetap dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Tahun 2021 tetap dijalankan tiga tahap, sebagaimana mekanisme penyaluran di tahun anggaran 2020,” ujar Yarangga.

Di sisi lain, lanjut Yarangga, untuk memastikan tidak terjadi penumpukan atau lonjakan harga pangan dari batas wajar, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian memantau kondisi bapok di pasaran. Walau stok masih aman dan harga berada di batas wajar, pihaknya tetap melakukan pengecekan langsung di distributor maupun pengecer.

“Kita terus pantau kondisi pangan di seluruh Papua Barat. Dikhawatirkan ada penumpukan kemudian harga melonjak. Apalagi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat seperti saat ini,” ujar Yarangga. “Saat ini ada tim Satgas Pangan Polda Papua Barat bersama Pengendali Inflasi Daerah yang diturunkan memantau,” katanya lagi. (LP7/2021)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here