Jumat, September 17, 2021
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Jumat, September 17, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,138
Total Kematian
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm
68,942
Total Kasus Aktif
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm
4,185,144
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm

Safari Jurnalistik PWI-Astra, Bahas Masa Depan Digitalisasi Telivisi di Era 5G

JAKARTA, Linkpapua.com,- Safari jurnalistik yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2021, mengusung Tema, “Masa Depan Media Pasca digitalisasi Televisi di era 5G”. Kegiatan dilaksanakan berkat kerjasama dengan Astra Indonesia.

Safari jurnalistik yang diikuti 339 wartawan di seluruh Indonesia, dibuka oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Kamis (12/8/2021).

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari menggambarkan betapa digitalisasi tidak hanya menjadi peluang tapi juga ancaman bagi dunia pers.

Menurutnya, digitalisasi sudah masuk ke semua sisi kehidupan, sehingga media pun harus bisa bertransformasi dan mengimbangi kemajuan akibat digitalisasi.

“Tak ada pilihan bagi media khususnya televisi selain mengikuti kemajuan teknologi informasi,” Ujar Atal.

“Disrupsi teknologi telah memaksa kita untuk benar-benar harus terlibat bersamaan dengan kemajuan teknologi itu serta kemajuan pemahaman dari audiens. Maka konsekwensinya semua yang terlibat dalam manajemen media mesti ikut bergulir pula dengan kemajuan teknologi itu sendiri,” sebutnya.

Atal menggambarkan, perjalanan media  terutama televisi di Indonesia akan mulai memasuki babak baru, dengan akan dimatikannya siaran analog dan diganti dengan digital yang memiliki banyak kelebihan. Ditambah lagi dengan telah berlakunya teknologi 5G di Indonesia yang sudah bisa dinikmati masyarakat awam.

Sehingga dua hal ini menurutnya akan mengubah peta masa depan media di Indonesia.

Dilain sisi, Menteri Kominfo Johny G Plate mengungkap, peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang IT adalah sebuah keniscayaan bagi sumber daya manusia di industri media.

“Saat ini, dunia menuju dunia digital. Maka bangsa kita juga sedang menuju bangsa digital. Artinya, semua sisi kehidupan semakin berbasis digital. Untuk menuju ke sana, kini sedang kita siapkan infrastruktur. Untuk menyiapkan itu semua, pemerintah membangun infrastruktur digital di seluruh wilayah,” Untainya.

Baca juga:  Safari Jurnalistik PWI-Astra, Ulas Masa Depan Media Pascadigitalisasi Televisi dan Era 5G

Lanjut Johny, pembangunan infrastruktur dilakukan agar koneksi sinyal merata untuk digitalisasi. Hanya karena Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19, sehingga perjalanannya tersendat, namun setelah pandemi ini selesai, pembangunan infrastruktur kembali dikonsentrasikan.

“saat ini pemerintah mempersiapkan empat sektor digital untuk roadmap Indonesia pada 2021-2024. Keempat sektor itu antara lain sektor infrastruktur digital, sektor pemerintahan digital, sektor ekonomi digital dan tentu saja adalah masyarakat digital,” Jelasnya.

“Kita berharap keempat sektor tersebut membuat masyarakat Indonesia makin paham dan familiar dengan dunia digital,” Tambah Johny.

Soal pemanfaatan IT bagi dunia ekonomi, Johny menegaskan, pemerintah tidak ingin masyarakat tidak jadi melek IT lalu tertinggal dari mereka yang sudah menguasainya. Jika tertinggal, maka tentu saja mereka jadi tidak bisa apa-apa diantara masyarakat luas yang sudah berbasis digital, termasuk media televisi.

“Jika masyarakat masih menggunakan teknologi analog, maka lama-lama mereka tidak bisa menonton televisi yang sudah berbasis digital. Tapi pemerintah akan membantu melancarkan penyesuaiannya. Dan harus diingat, revolusi teknologi ini tidak bisa kita hindari, pilihannya hanya satu, ayo berdigitalisasi,” katanya.

Selain Menkominfo selaku Keynote Speaker dan Ketum PWI Pusat yang membuka acara ini, pembicara yang hadir dalam Safari Jurnalistik 2021 ialah Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, Kemenkominfo Dr. Ir Ismail, MT, Dirut JPNN.com, Aury Jaya, Dirut PT Surya Citra Media Sutanto Hartono dan Moderator Ahmed Kurnia yang juga Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia. (LP2/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here