Jumat, September 17, 2021
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Jumat, September 17, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,138
Total Kematian
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm
68,942
Total Kasus Aktif
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm
4,185,144
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Friday, 17 September 2021, 22:05 10:05 pm

Pemulangan Pengungsi Warga Meyerga, Ketua DPRD Teluk Bintuni: Mari Kita Ambil Hikmahnya

BINTUNI, Linkpapua.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni telah memulangkan 27 orang warga pengungsi Kampung Meyerga, Moskona Barat, untuk gelombang kedua, yang berlangsung di Sport Center, Kampung Lama Bintuni, Selasa (27/7/2021).

Sebelum pemulangan, jajaran pemerintah, TNI-Polri, maupun untuk Forkopimda, bergantian memberikan pesan dan wejangan kepada para pengungsi.

Ketua DPRD Teluk Bintuni, Simon Dowansiba, mengatakan bahwa pihaknya sangat prihatin atas teror Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 16 Juli 2021 lalu, yang menjadikan penduduk Kampung Meyerga mesti mengungsi ke Kota Teluk Bintuni.

“Seharusnya ini tidak boleh terjadi, tapi mari kita ambil hikmahnya. Mungkin ini sudah jalan Tuhan. Semua pasti ada tujuan baik. Saya yakin ke depannya hal ini tidak akan terulang lagi,” kata Simon.

Selajutnya, Dandim 1806/Teluk Bintuni, Letkol Inf Kadek Abriawan, mengatakan keberadaan TNI-Polri di Teluk Bintuni adalah untuk menjaga keamanan masyarakat, termasuk warga Meyerga.

“Kami TNI-Polri dan pemerintah daerah hadir di Moskona Barat dan saat ini di kampung bapak-bapak, ibu-ibu sekalian. Anggota kita dari Polres, dari Kodim, sudah ada di sana. Di sana tugas mereka adalah menjaga bapak-bapak, ibu-ibu biar aman, nyaman, dan tenang,” ucap Kadek.

Baca juga:  Unek-Unek Pengungsi Maskona Barat: Trauma, CPNS, dan Perhatian Pemerintah

Kadek pun meminta untuk masyarakat untuk tidak takut dan was-was akan ancaman dari pihak luar. “Mungkin saudara-saudara kita (KNPB) ingin menggalang mempengaruhi bapak-ibu dari Maybrat sana. Mari kita ajak mereka juga, buat apa di situ, mari kita bersama-sama bergabung ke Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI),” serunya.

“Jangan mudah kita diajak atau diprovokasi karena kepentingan mereka. Janji mereka itu semua omong kosong! Sudah banyak kejadian di tempat lain seperti itu hanya dibohongi saja,” katanya lagi.

Kadek mengingatkan kembali semoga peristiwa kemarin tidak terulang lagi dan TNI-Polri hadir menjaga masyarakat Meyerga.

Kadek mengungkapkan, selama ini tidak ada aparat di Meyerga sehingga dari pihak lain dengan leluasa mengajak sesuatu hal-hal yang memecah belah.

Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Kadek juga mengingatkan agar seluruh warga Meyerga tetap disiplin protokol kesehatan (prokes). (LP5/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here