Jumat, Desember 2, 2022
26.5 C
Manokwari
26.5 C
Manokwari
Jumat, Desember 2, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Anggota DPD RI Mamberob Harap Garuda Indonesia Rutin Layani Penerbangan di Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.com – Anggota (Dewan Perwakilan Daerah) RI perwakilan Papua Barat, Mamberob Yosephus Rumakiek, meminta Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai milik pemerintah rutin melayani rute penerbangan di Papua Barat.

Mamberob mengatakan, tingginya harga tiket pesawat ke wilayah Papua Barat dikarenakan keterbatasan maskapai yang melayani penerbangan. “Harga tiket tinggi karena maskapai yang melayani penerbangan ke Papua Barat minim. Kita harapkan Garuda bisa maksimal melayani penerbangan masyarakat terutama ke wilayah timur,” kata Mamberob dalam keterangannya, Senin (3/10/2022).

Untuk Papua Barat, kata dia, selama ini Garuda hanya masuk di Sorong dan itupun tidak setiap hari. “Di hari yang Garuda tidak masuk maka harga tiket sangat tinggi. Sedangkan Manokwari, Garuda tidak masuk sehingga pilihan maskapai terbatas. Dampaknya harga tiket sangat tinggi di Manokwari,” ungkapnya.

Kondisi tersebut dapat makin parah pada momentum hari-hari tertentu terutama jelang hari besar keagamaan. Dia pun menyayangkan hingga saat ini Garuda belum juga melayani penerbangan ke Manokwari. Padahal, dengan berstatus sebagai ibu kota Papua Barat, mobilitas masyarakat yang menggunakan angkutan udara juga cukup tinggi.

Baca juga:  Somasi Luhut ke Haris Dinilai Kekanak-kanakan, Senator Papua: Rakyat Butuh Keterbukaan Informasi!
Baca juga:  Usulan Penambahan Kuota BBM, Senator Papua Barat Minta Pengawasan Distribusi Jadi Perhatian

Dikatakannya, melihat kondisi ini Garuda memiliki peran dalam menjaga harga tiket pesawat. Dirinya pun mendorong agar Garuda tiap hari dapat melayani rute penerbangan di wilayah Papua Barat.

“Dengan minimnya jam terbang Garuda ke Papua Barat, maka maskapai swasta menetapkan tiket pesawat dengan seenaknya dan harga tiket tidak bisa dikontrol karena masyarakat di Papua Barat tidak banyak pilihan maskapai,” ucapnya.

Di sinilah, kata dia, peran pemerintah untuk mendukung maskapainya untuk memberikan layanan kepada masyarakat. “Di situlah tujuannya negara hadir untuk masyarakat. Apalagi bandara-bandara yang langsung dikelola oleh Kemenhub (Kementerian Perhubungan) sudah membebaskan biaya parkir pesawat untuk Garuda dan bandara-bandara itu ada di Indonesia timur,” paparnya. (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here