Minggu, Oktober 17, 2021
26.5 C
Manokwari
26.5 C
Manokwari
Minggu, Oktober 17, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

142,848
Total Kematian
Updated on Friday, 15 October 2021, 04:06 4:06 am
19,852
Total Kasus Aktif
Updated on Friday, 15 October 2021, 04:06 4:06 am
4,232,099
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Friday, 15 October 2021, 04:06 4:06 am

Sempat Molor 3 Jam, Bupati Manokwari Serahkan Materi KUA PPAS APBD-P 2021

MANOKWARI, Linkpapua.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyerahkan materi KUA-PPAS APBD-P 2021 dalam pelaksanaan rapat paripurna DPRD Manokwari masa sidang III tentang KUA-PPAS APBD-P 2021, Selasa (28/9/2021).

Hanya, rapat yang sedianya berlangsung pukul 11.00 WIT tersebut baru dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Manokwari, Norman Tambunan, pada pukul 14.00 WIT.

Dalam sambutannya, Norman mengungkapkan KUA-PPAS disusun berdasarkan mekanisme anggaran. “APBD-P memiliki arti penting dan strategis untuk mewujudkan perencanaan yang efektif. Pandemi Covid-19 terbukti menyebabkan dampak ekonomi secara masih dan signifikan termasuk kinerja pembangunan daerah,” ucap Norman.

“Karena adanya refocusing anggaran sehingga perlunya APBD-P. Pelaksanaan APBD-P sudah terlambat dari waktu yang sudah ditentukan. Pimpinan dan anggota DPRD berharap kepala daerah dapat memantapkan infrastruktur daerah,”jelasnya.

Dalam pemaparan materi KUA-PPAS APBD-P 2021, Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyebutkan total pendapatan Manokwari 2021, diproyeksikan Rp1.264.379.443.503. Pendapatan itu diestimasi mengalami penurunan menjadi Rp1.154.823.780.228 atau berkurang Rp109.555.645.275.

“PAD Manokwari diproyeksikan Rp118.845.141.723, diperkirakan hanya mencapai Rp90.658.742.110. Pendapatan transfer diproyeksikan Rp1.104.843.783.780. Dengan adanya perubahan kebijakan diperkirakan hanya mencapai Rp91.168.290.277. Sedangkan, lain-lain pendapatan yang sah, semula diproyeksikan Rp40.690.500.000, diestimasi mengalami perubahan menjadi Rp50.489.544.615,” rinci Hermus.

Dijabarkan juga total belanja direncanakan Rp1.293.054.443.503 terjadi perubahan sehingga menjadi Rp1.182.510.830.418,88. Dari hasil perubahan perhitungan terdapat selisih antara belanja dan pendapatan pada APBD-P yang merupakan defisit, yaitu Rp27.687.050.188,88.

Selain itu, terdapat netto yang merupakan selisih penerimaan dan pengeluaran yaitu surplus Rp27.687.050.188,88 sehingga SILPA 2021 nihil. (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here