Rabu, Oktober 27, 2021
27.1 C
Manokwari
27.1 C
Manokwari
Rabu, Oktober 27, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

143,299
Total Kematian
Updated on Wednesday, 27 October 2021, 22:39 10:39 pm
12,735
Total Kasus Aktif
Updated on Wednesday, 27 October 2021, 22:39 10:39 pm
4,241,809
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Wednesday, 27 October 2021, 22:39 10:39 pm

Rekonstruksi Penyerangan Posramil Kisor: Dari Rapat, Pemantauan, hingga Penyerangan

MANOKWARI, Linkpapua.com – Satreskrim Polres Sorong Selatan (Sorsel) menggelar rekonstruksi kasus penyerangan Posramil Persiapan Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Senin (4/10/2021).

Rekonstruksi dilakukan di lapangan Mapolres Sorsel yang dalam asrama dibuatkan tempat berupa petak-petak ruangan menyerupai keadaan Pos Ramil Persiapan Kisor sesuai keadaan sebenarnya.

Rekonstruksi dihadiri dan disaksikan oleh Kapolres Sorsel, AKBP Choiruddin Wachid, Kasat Reskrim Iptu Ade Setiawan, Kuasa Hukum (PH) tersangka Joromias Wattimena, Bapas Muskilau Kelana Jaya, dan mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres Sorsel serta dan anggota Kodim 1807/Sorsel.

Pelaksanaan Rekonstruksi dilaksanakan oleh ketujuh tersangka, yakni MY, MS, A KY, RY, L KY, YW, dan AY. Rekonstruksi dilakukan guna menggambarkan peristiwa yang terjadi dengan peran masing-masing tersangka dalam melakukan atau turut serta melakukan atau membantu melakukan dalam penyerangan Posramil Persiapan Kisor yang mengakibatkan empat anggota TNI tewas.

Dalam rekonstruksi ditampilkan peran ketujuh tersangka dalam peristiwa tersebut dan peran tersangka DPO diperankan oleh anggota sebagai peran pengganti.

Sementara, korban diperankan dengan menggunakan boneka plastik menyerupai manusia dan alat berupa senjata api mainan serta parang yang terbuat dari tripleks hingga papan nama tersangka dan korban yang telah disiapkan oleh penyidik.

Para tersangka memperagakan 93 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Mulai dari pelaksanaan rapat, pengintaian atau pemantauan, sampai dengan pada waktu melakukan penyerangan dan melukai para korban dengan parang hingga meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, membenarkan adanya rekonstruksi tersebut. “Rekonstruksi itu untuk membuat terang peran dari pada tersangka dan juga untuk kelengkapan proses hukum,” tuturnya. (LP3/Red).

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here