Selasa, September 21, 2021
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Selasa, September 21, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,805
Total Kematian
Updated on Tuesday, 21 September 2021, 22:07 10:07 pm
52,447
Total Kasus Aktif
Updated on Tuesday, 21 September 2021, 22:07 10:07 pm
4,195,958
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Tuesday, 21 September 2021, 22:07 10:07 pm

Aksi Kemanusiaan KPK dan Anak Segeri, Kumpul Jutaan untuk Korban Bencana Kampung Arowi II

MANOKWARI, Linkpapua.com- Komunitas Peduli Kemanusiaan (KPK) dan Komunikasi Anak Segeri (KAS) Kabupaten Manokwari menggelar aksi kemanusian yang terhelat di pertigaan Jalan Trikora Wosi, tepatnya di perhentian traffic light Haji Bauw Manokwari, Selasa sore (24/8/2021).

Dalam aksi kemanusiaan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Kampung Arowi II ini, komunitas yang terdiri atas gabungan mahasiswa dan masyarakat sipil itu sedikitnya mengumpulkan Rp3 juta dari para pengguna jalan raya umum.

“Sementara terkumpul Rp3 juta. Penggalangan dana masih akan kita lanjutkan besok. Sebelum kita serahkan langsung kepada korban atau yang ditunjuk untuk menerima bantuan, tim kita juga lagi sementara lakukan pendataan,” kata Shanty, koordinator lapangan (korlap) aksi kemanusiaan itu kepada Linkpapua.com.

KPK Kabupaten Manokwari adalah sebuah perkumpulan yang melakukan pelayanan kepada orang sakit, anak telantar serta mereka yang mengalami masalah kejiwaan. KPK membantu dengan berperan dalam memberikan pelayanan baik secara materi serta kerohanian.

Baca juga:  Cek Penanganan Covid-19, Pansus DPRD Sambangi BLUD RSU Manokwari

Seperti diberitakan, sejumlah rumah warga di Kampung Arowi II, Distrik Manokwari Timur, dan wilayah sekitar Warmare mengalami rusak berat akibat dihantam angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Minggu malam (22/8/2021) lalu. Meski tak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, mengimbau serta mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Sebab, bencana alam bisa terjadi kapan dan di mana saja.

“Waspada terhadap bencana. Kami sebagai petugas hanya berusaha mengingatkan, tidak untuk menakut-nakuti. Saya harap semua masyarakat waspada karena kita tidak tahu kapan musibah itu datang,” kata Ampnir. (LP7/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here