Senin, September 20, 2021
26.1 C
Manokwari
26.1 C
Manokwari
Senin, September 20, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,468
Total Kematian
Updated on Monday, 20 September 2021, 00:39 12:39 am
60,969
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 20 September 2021, 00:39 12:39 am
4,190,763
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 20 September 2021, 00:39 12:39 am

Yasman Yasir Temui Mbah Daiman, Nostalgia Masa Kecil hingga Beri Sepeda Baru

BINTUNI, Linkpapua.com- Anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni dari Fraksi PPP, Yasman Yasir, berkunjung ke rumah Mbah Daiman, penjual sayur dengan sepeda ontel.

Baso, begitu Yasman Yasir akrab disapa, mengaku melihat Mbah Daiman di media sosial. “Setelah saya melihat berita di media sosial, air mata saya jatuh. Kemudian saya berpikir, saya harus berbuat apa kepada bapak tua ini,” ucap politisi kelahiran Bintuni 1982 ini.

Baso mengaku punya ikatan kuat dengan Mbah Daiman yang kini sudah berusia 70 tahun. “Saya punya hubungan emosional tersendiri. Sejak saya masih kecil saya sudah mengenal. Karena semasa kecil saya dulu pernah jualan es keliling,” katanya saat bertemu dengan Mbak Daiman, Selasa (8/6/2021).

Bertemu Mbah Daiman, Baso mengatakan, “Mbah kok tinggal di tempat seperti ini? Ternyata Mbah Daiman ini dulu yang sering setor sayur ke bapak saya, sebelum saya jadi anggota wakil rakyat. Makanya hari ini saya niatkan untuk jumpa dengan Mbah.”

Baso pun bernostalgia tentang masa kecilnya yang ternyata sudah akrab dengan Mbah Daiman. “Mbah ini waktu masih susah selalu sama-sama dengan bapak saya. Saya teringat sekali seketika saya pulang sekolah, Mbah Daiman ini sudah ada di rumah saya antar sayur. Terus saya menikah, Mbah ini antar sayur ke rumah dibayar tidak mau,” bebernya.

Baso pun menyampaikan akan selalu membuka diri untuk Mbah Daiman. Terlebih dirinya saat ini adalah wakil rakyat, yang memang semestinya jadi “penolong” rakyatnya.

“Saya tidak mau berhenti sampai di sini silaturahminya kepada Mbah ke saya. Tolong kalau ada apa-apa Mbah kasih tahu ke saya. Atau Mbah main ke rumah. Karena DPRD ini adalah perpanjangan dari masyarakat. Jadi jangan segan-segan untuk datang ke kami. Kami siap untuk melayani masyarakat Bintuni,” ucap Baso.

Dalam pertemuan ini, dia pun memberikan sepeda baru, kasur, selimut, hingga peralatan ibadah kepada Mbah Daiman. “Ini sudah saya nyatakan dalam hati saya,” tutur Baso sembari menjamah tangan Mbak Daiman.

“Jangan dinilai dari pemberiannya, Mbah. Tapi, ini rasa peduli saya kepada orang tua saya. Ini rasa hormat dan rasa sayang ke Mbah sebagai orang tua. Saya melihat yang masih jualan sayur hanya Mbah saja, yang lain sudah pakai motor mobil,” ucapnya.

Mbah Daiman juga berbagi cerita tentang Yasman Yasir yang kini sudah jadi legislator. “Dulu Yasman Yasir ini dulu penjual ikan. Saya sangat bersyukur ternyata sekarang sudah jadi anggota dewan daerah Teluk Bintuni. Saya sangat berterima kasih kepada Pak Dewan dan keluarga sudah berkunjung ke gubuk saya dan memberikan sesuatu untuk saya,” kata Mbah Daiman.

Kepada Yasman Yasir, Mbah Daiman juga menyampaikan bahwa sebelumnya dirinya sempat dapat bedah rumah dari dinas terkait. Dia mendapat bantuan berupa papan, koral, semen, paku, dan seng. Namun, bantuan itu belum menutupi seluruh bagian rumah.

Yasman Yasir pun menanggapi yang disampaikan Mbah Daiman. “Saya akan segera komunikasi dengan dinas terkait karena ini ada perubahan sistem. Tetapi, saya berusaha dengan teman-teman DPRD kita diskusi untuk agar bisa berkelanjutan terkait bedah rumah ini,” katanya.

“Memang harus ada tindak lanjut dari pemerintah. Ternyata masih ada yang kurang dan harus dibantu lagi. Jangan bedah rumah dikasih ke orang yang mampu. Kasihlah bedah rumah ke orang yang tidak mampu agar tidak meninggalkan beban. Karena mereka ekonomi menegah ke bawah. Karena Mbah ini sudah lansia. Bukan hanya Mbah saja, tetapi orang OAP (orang asli Papua) harus dibantu,” terangnya.

“Ke depan saya dengan teman-teman akan perjuangkan bagaimana masyarakat kita harus ada perbandingan 70 persen untuk OAP, 30 persen untuk pendatang. Boleh dikatakan Mbah ini bukan orang pendatang, tetapi Papua sama dengan saya. Karena kita sudah lama di Bintuni, karena kita merasa memiliki daerah ini. Kita ini bangga jadi anak Bintuni,” jelasnya. (SARYANTO)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here