oleh

Polisi Beberkan Kronologi Pembobolan Brankas Bawaslu Teluk Bintuni

BINTUNI, Linkpapua.com- Polisi akhirnya mengungkap teka teki pembobolan brankas di Kantor Bawaslu Teluk Bintuni yang terjadi Maret lalu. Pelakunya adalah honorer Bawaslu berinisial SR.

Polisi membeberkan kronologi pembobolan dalam rekonstruksi yang digelar, Selasa (13/4/2021). Dalam reka ulang berisi 24 adegan itu, pelaku beraksi dengan cara mendongkel brankas dengan linggis.

“Dari mulai tersangka datang, hingga membobol brankas dengan linggis serta membawa uang ratusan juta, hingga menggandakan (duplikat) kunci, serta ke Bank Papua,” ujar Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni AKP Junaidi A Weken.

Junaidi menjelaskan, dari tangan tersangka disita barang bukti berupa uang tunai, perhiasan, sepeda motor dan buku tabungan serta beberapa helai pakaian.

Sebelum dilakukan penangkapan, penyidik mengklarifikasi beberapa pihak. Atas penyelidikan itu, kecurigaan mulai mengarah para SR yang berstatus honorer.

“Beberapa kesaksian mengarah pada SR. Pelaku kami tangkap pada tanggal 9 April 2021,” katanya.

Modusnya kata Junaidi, pelaku meminjam kunci kantor yang dipegang oleh sekuriti. Setelah itu ia menggandakan kunci tersebut.

Selanjutnya setelah menggandakan kunci, pelaku langsung melakukan aksinya pada tanggal 5 Maret 2021. Pelaku beraksi seorang diri dengan cara merusak pintu dan brankas menggunakan linggis.

Pintu sengaja ia rusak untuk menghilangkan jejak bahwa ini dilakukan orang dalam. Karena tanpa merusak pintu ia sudah bisa masuk dengan menggunakan kunci duplikat.

“Pintu bagian belakang dirusak dengan menggunakan linggis untuk mengelabui petugas yang ada di TKP. Padahal pintu sudah bisa dibuka dengan kunci yang di duplikatkan,” jelas Junaidi.

Dari barang bukti yang disita terdapat beberapa perhiasan emas, sepeda motor serta pakaian yang dibeli dari hasil pencurian. Polisi juga menyita uang tunai sebanyak Rp177 juta yang merupakan sisa uang yang dibobol.

“Kami menyimpulkan ada sekitar Rp260 juta yang pelaku ambil. Tapi tidak menutup kemungkinan akan lebih dari itu jumlah nominalnya. Kami masih melakukan pemeriksaan,” terang Junaidi.

Dikatakan Junaidi, di TKP pada 5 Maret 2021 diamankan uang tunai Rp 324 juta. Ini adalah uang yang tidak berhasil pelaku bawa.

“Pintu bagian belakang dirusak dengan menggunakan linggis untuk mengelabui petugas yang ada di TKP, padahal pintu sudah bisa dibuka dengan kunci yang di duplikatkan,” jelas Junaidi

Adapun motif pencurian ini kata Junaidi, pelaku terjerat utang dan ingin hidup mewah.

Junaidi juga mengatakan, telah memeriksa Bendahara Bawaslu mengenai nominal uang dalam brankas. Hanya saja belum didapatkan angka pasti.

”Untuk penyidikan kami sudah menyurat ke kejaksaan, sambil berjalan setelah ini kami tinggal melengkapi berkas ke tahap 1 pengiriman berkas ke jaksa penuntut umum dalam bulan ini,” tutup Junaidi. (LPB5/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini