Sabtu, Januari 28, 2023
27 C
Manokwari
27 C
Manokwari
Sabtu, Januari 28, 2023

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Mulyadi-Mungawan Terpilih Jadi Ketua Muhammadiyah Papua Barat dan PBD

MANOKWARI, LinkPapua.com – Mulyadi Djaya kembali terpilih sebagai Ketua DPW Muhammadiyah Papua Barat dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) III
yang digelar, Kamis (29/12/2022). Mulyadi akan memimpin untuk masa khidmat 2022-2027.

Sementara, DPW Muhammadiyah Papua Barat Daya (PBD) juga resmi terbentuk. Mungawan terpilih sebagai ketua untuk satu periode mendatang.

Ini adalah kepengurusan pertama DPW Muhammadiyah PBD setelah resmi terbentuk menjadi provinsi ke-38, awal Desember 2022 lalu. Mungawan sendiri adalah seorang pengusaha.

Muswil III Muhammadiyah Papua Barat digelar Rabu (28/12/2022) hingga Kamis (29/12/2022). Muswil secara resmi melahirkan pengurus baru di Papua Barat dan PBD.

“Pak Mulyadi Djaya terpilih sebagai Ketua Muhammadiyah Wilayah Papua Barat, sedangkan Sekretaris Syamsul Inay,” kata Wardi, Ketua Panitia Muswil III, Kamis (29/12/2022).

Ia menyebutkan, proses pemilihan dilakukan melalui pembentukan 11 formatur, baik formatur di Papua Barat maupun formatur PBD.

Menurut Wardi, terdapat tiga jenis kepanitiaan dalam Muswil kali ini, yakni panitia penyelenggara atau OC, steering committee, dan panitia pemilihan yang terdiri atas 11 formatur.

Baca juga:  Sambut Milad dan Muktamar, Muhammadiyah Papua Barat Gelar Jalan Sehat
Baca juga:  Muswil Muhammadiyah III, Momen Perpisahan Pengurus Wilayah Papua Barat-PBD

Ketua Muhammadiyah Papua Barat terpilih, Mulyadi Djaya, mengatakan Muhammadiyah dalam visi ke depan tetap fokus pada pendidikan, kesehatan, dan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

“Untuk sektor pendidikan kemungkinan kita mendorong universitas di Teluk Bintuni, perguruan tinggi di Teluk Wondama, dan tentu meningkatkan status STKIP menjadi universitas. Ini sementara pengurusan,” kata Mulyadi.

Selain itu, kata dia, juga amal usaha lain, seperti TK, SD, dan SMP milik Muhammadiyah di Papua Barat akan menjadi fokus pembenahan.

Sementara, perhatian pada dunia kesehatan, ia menyebut saat ini masih mendorong klinik kesehatan pratama milik Muhammadiyah. Ia berharap, hadirnya klinik bisa membantu mengangkat derajat kesehatan masyarakat Papua Barat.

“Kita siap membantu pemerintah, baik di bidang pendidikan kesehatan dan sosial kemasyarakatan,” ucapnya. (LP2/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here