Selasa, Januari 31, 2023
25.2 C
Manokwari
25.2 C
Manokwari
Selasa, Januari 31, 2023

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Jumat Curhat di Papua Barat: Pengguna Lem Aibon Marak, Pelakunya Pelajar

MANOKWARI, Linkpapua.com – Polda Papua Barat dan polres jajaran secara serentak mengisi program Jumat Curahan Hati (Curhat), Jumat (30/12/2022). Program ini dikemas dialogis dengan melibatkan lintas tokoh.

Para pejabat utama Polda di Manokwari menemui sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama. Pada hari yang sama juga dilakukan kapolres di kabupaten dan kapolsek di tiap distrik.

Persoalan yang dikeluhkan masyarakat beragam. Namun, yang paling menonjol yakni masalah minuman keras (miras), judi toto gelap (togel), dan penggunaan lem Aibon serta masalah ugal-ugalan pemuda di jalan raya.

Kepala Biro Perencanaan Polda Papua Barat, Kombes Pol. Ary Wahyu Widjananyo, mengatakan Jumat Curhat adalah wadah silahturahmi. Polda Papua Barat melaksanakannya agar terjalin sinergitas dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini, yaitu menampung semua curhat dan permasalahan yang ada dari tokoh-tokoh agama dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Kebanyakan dari kejadian kecelakaan terjadi pada anak muda yang ngebut dan ugal-ugalan. Kami membutuhkan dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama membantu mengimbau kepada anak milenial kita dalam menaati rambu-rambu lalu lintas,” ucap Raydian.

Fokus Narkoba dan Miras

Ketua PGPI Papua Barat, Pdt. Eben Haizer, menyoroti soal peredaran narkoba dan miras di Papua Barat. Menurutnya, dua masalah ini harus menjadi fokus kepolisian.

“Karena inilah yang paling banyak memicu tindak kejahatan. Kami ingin agar kepolisian bisa merangkul kami tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat agar kita bisa berkolaborasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Ketua Pemuda Pasar Ikan dan Sanggeng, Imenus Wanggai, menyarankan agar keamanan dan ketertiban di masyarakat lebih protektif lagi.

“Kami berharap sebagai masyarakat khususnya di Sanggeng dan pasar ikan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Ada kerja sama antara keamanan dari masyarakat dan Polri dan TNI. Berharap juga pemerintah memperhatikan dan membina karakter anak-anak sekitar Sanggeng agar mereka ada kegiatan yang bisa dilakukan. Jangan setiap masalah, Polri saja yang turun,” tuturnya.

Baca juga:  Polisi Persilakan Keluarga Siapkan Kuasa Hukum untuk 13 Tersangka
Baca juga:  Kapolda Daniel Silitonga: Kasih Masukan Apa Saja asalkan Bukan Racun

Tutup Pabrik Miras

Program Jumat Curhat juga dilaksanakan Polres Teluk Wondama. Kegiatan ini dipimpin Kapolres AKBP Yohanes Agustiandaru.

Yohanes menemui sejumlah tokoh di daerah itu. Kata dia, sinergitas lintas tokoh memperkukuh soliditas dalam menjaga kamtibmas di Wondama.

Ketua MUI Teluk Wondama, Abudin Ohoimas, menyebut sesuai dengan paparan Kapolres Teluk Wondama menyatakan bahwa terdapat beberapa tren kasus yang mengalami kenaikan di daerah itu disebabkan miras. Karenanya, miras harus dipersempit peredarannya di masyarakat.

Jumat Curhat yang dilaksanakan Polsek Windesi di Kampung Wamesa, Distrik Windesi Kabupaten Teluk Wondama, Jumat (30/12/2022).

“Peredaran miras dapat diminimalisir di Teluk Wondama tergantung kepada ketegasan aparat dalam melaksanakan tugas di lapangan. Ketegasan tersebut diperlukan sehingga memberikan efek jera kepada masyarakat yang dengan sengaja menjual dan mengonsumsi minuman keras,” sebutnya.

Dia berharap ke depan aparat keamanan lebih bersinergi dengan para tokoh. Harmoni lintas tokoh dipercaya akan berefek lebih kuat.

“Saat ini penggunaan lem Aibon di wilayah Teluk Wondama semakin meningkat, di mana penggunanya kebanyakan dari kalangan anak murid. Saya kira ini perlu perhatian kita semua demi menyelamatkan generasi dari kerusakan yang lebih fatal,” tuturnya.

Ketua Gereja Kristen Indonesia (GKI) Teluk Wondama, Antipas Pariri, mengatakan ia telah menyampaikan kepada tiga jemaat yang ada di wilayah Distrik Rasiei, di mana tempat tersebut merupakan pusat produksi minuman lokal di Teluk Wondama.

“Minuman keras merupakan awal penyebab terjadinya tindak pidana serta adanya perceraian dalam keluarga semua diawali dari mengonsumsi minuman keras. Pihak gereja telah mengutuk peredaran miras di Teluk Wondama. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak mengonsumsi minuman keras,” ungkapnya. (LP2/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here