Jumat, Oktober 22, 2021
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Jumat, Oktober 22, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

143,120
Total Kematian
Updated on Friday, 22 October 2021, 12:37 12:37 pm
15,594
Total Kasus Aktif
Updated on Friday, 22 October 2021, 12:37 12:37 pm
4,237,834
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Friday, 22 October 2021, 12:37 12:37 pm

Berlaku 2 Pekan, Besok PPKM Dimulai di Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.com- Bupati Manokwari, Hermus Indou bersama Forkopimda, Minggu (4/6/2021), menggelar rapat bersama untuk pembentukan posko Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tiap kelurahan dan pembatasan aktivitas masyarakat. Ini sebagai langkah merespons makin tingginya angka positif Covid-19 di Manokwari.

Dalam rapat tersebut juga dibahas instruksi Bupati Manokwari yang membatasi aktivitas masyarakat mulai dari 5-19 Juli mendatang atau 14 hari atau dua pekan. Tempat-tempat hiburan dan kegiatan olahraga sementara ditutup, termasuk wisata air.

Sementara, aktivitas perdagangan untuk pasar rakyat beroperasi maksimal sampai pukul 16.00, sedangkan pasar yang beraktivitas mulai sore dibatasi hingga pukul 20.00.

Jam operasi ini sama dengan restoran/kafe yang hanya boleh menerima pesanan (take away), begitupun dengan pedagang kaki lima (PKL). Pusat perbelanjaan dibatasi hingga pukul 18.00. Untuk apotek dan layanan kesehatan tetap beroperasi secara normal.

Instruksi tersebut juga mengatur waktu kerja BUMN maupun kantor swasta yang mengacu pada edaran bupati, termasuk juga pelaksanaan belajar mengajar di sekolah yang dilaksanakan secara daring. Instruksi bupati tersebut juga menyesuaikan edaran dari Gubernur Papua Barat.

Hermus Indou, menyampaikan dengan makin meningkatnya jumlah pasien Covid-19 akhirnya ini membuat pihaknya harus membatasi aktivitas masyarakat.

“Tidak ada cara lain atau melakukan yang biasa-biasa saja untuk menekan pandemi Covid. Pelaksanaan PPKM mutlak dilaksanakan. Pemerintah memposisikan diri sebagai orang tua dan masyarakat merupakan anak sehingga kita tahu mana yang terbaik untuk masyarakat,” kata Hermus.

” Meskipun memang pasti ada yang menolak, tetapi kita harus tegas. Pemerintah harus melaksanakan fungsinya sebagai pengatur dan pengayom masyarakat. Memang dalam melaksanakan PPKM kita tidak bisa melaksanakan sendiri, tetapi kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Selain itu, untuk pembentukan posko PPKM dan perangkatnya di setiap kelurahan akan melibatkan masyarakat setempat. “Perangkat di posko PPKM nantinya yang bertugas mengendalikan mobilitas penduduk, mengendalikan kegiatan masyarakat, dan membantu satgas dalam menerapkan 5 M dan 3 T. Sehingga posko ini merupakan garda terdepan memerangi covid-19,” bebernya.

Hermus juga meminta agar masyarakat terus melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19. Dalam rapat tersebut juga hadir Kapolres Manokwari dan Dandim 1801 Manokwari. (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here