Senin, Oktober 3, 2022
28.7 C
Manokwari
28.7 C
Manokwari
Senin, Oktober 3, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Soal Pemekaran, MRPB: Harus Memperhatikan Wilayah Adat

MANOKWARI, Linkpapua.com – Usai melakukan aksi damai di Kantor Gubernur Papua Barat dan DPR Papua Barat, masyarakat suku besar Arfak melanjutkan aksi damai di Kantor MRPB, Senin (5/9/2022). Masyarakat suku besar Arfak menyampaikan aspirasi soal empat distrik.

Ketua Pokja Agama MRPB, Kelly Duwiri, usai menerima aspirasi masyarakat dari empat distrik, yakni Kebar, Senopi, Mubrani, dan Amberbaken, menyatakan MRPB akan membentuk tim untuk menyikapi persoalan ini.

“MRPB akan membentuk tim untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Dalam waktu dekat aspirasi masyarakat suku besar Arfak yang telah disampaikan akan diantar ke Jakarta untuk meminta supaya Jakarta benar-benar memberikan keputusan pengalokasian suatu wilayah di kabupaten atau provinsi harus melihat masyarakat adat,” ujar Duwiri.

Duwiri mengatakan, aspirasi ini sudah disampaikan masyarakat beberapa tahun lalu ke MRP jilid I kemudian disampaikan juga di MRPB jilid II sehingga tetap akan diperjuangkan ke pusat.

Baca juga:  Panas Soal Pemekaran PBD, Parjal Sebut Lambert Jitmau 'Cuci Tangan'
Baca juga:  Penjabat Gubernur Papua Barat Akan Mediasi Kaitan Empat Distrik

“Tapal batas masyarakat adat itu sebagai kunci sehingga MRPB akan mendukung apa yang disampaikan oleh masyarakat empat distrik agar kembali Manokwari,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, aspirasi pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Manokwari Barat mereka sudah sampaikan dua tahun lalu. MRPB pun akan tetap membela orang asli Papua, terutama masyarakat dari Manokwari Barat.

Duwiri menegaskan, pihaknya akan bertemu Kemendagri membicarakan hal yang menjadi keinginan masyarakat untuk kembali ke kabupaten induk.

“Kalaupun ada pemekaran Manokwari Barat mereka tetap kembali ke Papua Barat, tidak masuk Papua Barat Daya,” pungkasnya. (LP9/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here