Jumat, Oktober 22, 2021
26.2 C
Manokwari
26.2 C
Manokwari
Jumat, Oktober 22, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

143,120
Total Kematian
Updated on Friday, 22 October 2021, 13:37 1:37 pm
15,594
Total Kasus Aktif
Updated on Friday, 22 October 2021, 13:37 1:37 pm
4,237,834
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Friday, 22 October 2021, 13:37 1:37 pm

Wawancara Finalis 99 Top Sinovik, Kapoda Papua Barat Jabarkan Rubai Koteka

MANOKWARI, Linkpapua.com – Kapolda Papua Barat (PB), Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, S.I.K., M.Si., memaparkan sebuah program yang tujuannya membangun pendidikan informal untuk anak-anak Kokoda di Kota Sorong.

Karya itu bernama program inovasi Rumah Belajar Masyarakat Kokoda Klawasi atau Rubai Koteka. Selama ini program tersebut dijalankan oleh Bhabinkamtibmas Klawasi, Bripka Sandry Yusuf Rante Datu.

Kapolda secara rinci menjabarkan program inovasi ini kepada 11 Tim Panel Independen Reformasi Birokrasi Nasional dalam kegiatan bertajuk Wawancara Finalis 99 Top Sinovik atau Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik yang digelar Kemenpan-RB. Kegiatan ini digelar secara virtual, Jumat (9/7/2021).

Kapolda mengatakan bahwa inovasi Rumbai Koteka adalah program yang berlokasi di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, dengan mayoritas masyarakat dari Suku Kokoda.

Kapolda menuturkan, Bhabinkamtibmas Klawasi memelopori program inovasi Rumbai Koteka sebagai sebuah solusi dalam menghadapi tiap permasalahan. Ada banyak kegiatan yang berjalan dalam program ini.

“Tersedianya rumah belajar bagi anak-anak usia sekolah di Kelurahan Klawasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan calistung bagi anak-anak yang tidak mampu, buta aksara, serta putus sekolah. Melalui kegiatan bernyanyi, menari, olahraga, dan bahasa daerah sebagai komunikasi yang dilakukan terhadap murid-muridnya dengan menggunakan media belajar seperti buku cerita bergambar, mendongeng dan warna kesukaan untuk mengetahui karakter anak,” jelas Kapolda.

Berdasarkan data, diketahui bahwa banyak anak-anak tidak mampu, putus sekolah, dan buta aksara yang terlibat beberapa jenis tindak pidana yang berdampak pada terciptanya konflik sosial.

“Setelah program inovasi Rumbai Koteka berjalan, pengendalian sosial pada perilaku kekerasan berhasil dilakukan. Hal ini dapat dilihat dari turunnya angka kriminalitas yang dilakukan oleh anak pada tahun 2017 terjadi 40 kasus dan pada tahun tahun 2020 mengalami penurunan yaitu 10 kasus,” jelasnya.

Dikatakan bahwa implementasi program tersebut sebelumnya melalui pendekatan dengan berbagai tokoh berdasarkan kearifan lokal yang hidup di masyarakat Kokoda.

Program ini dibantu oleh Yayasan Kesehatan Masyarakat dan untuk program kelas jauh. Adapun buku bacaan diperoleh dari para relawan Pustaka Bergerak Indonesia.

“Saat ini rumah belajar telah berkembang dan berada pada tiga lokasi di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, dengan jumlah murid sebanyak 120 orang. Adanya komitmen dan dukungan pimpinan, melanjutkan kolaborasi antara para penggiat dan komunitas literasi, berkolaborasi dengan pihak pemda,” tambah Kapolda.

Kapolda berharap, ke depan untuk keberlanjutan program inovasi Rumbai Koteka diperlukan sejumlah program lain, yakni kerja sama antara Polri dan SD Al-Mujtahidin.

Bripka Sandry Yusuf Rante Datu selaku Bhabikamtibmas mengatakan, program yang digagas sejak 2017 ini mendapatkan berbagai kendala, salah satunya adalah perpindahan orang tua dari satu tempat ke tempat lain atau saat orang tua hendak ke kebun kerap diikuti oleh anak-anak.

“Ini yang jadi kendala selama ini sehingga kami sulit memantau perkembangan anak-anak,” ungkap dia.

Selama ini, kata Yusuf, anak-anak usia 6 sampai 10 tahun yang ikut didik di rumah baca Rumbai Koteka ketika sudah mengenal huruf, tulis baca, dan hitung akan direkomendasikan sekolah lanjutan formal di SD Al-Mujtahidin.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Sorong Kota, AKBP. Ary Nyoto Setiawan, S.IK., M.H., Kepala Biro Rena Polda Papua Barat, Kombes Pol S. Budi Prasetiyo, sejumlah perwakilan Yakesma serta perwakilan SD Al-Mujtahidin Kota Sorong.

Ada pula para Tim Panel terdiri dari Prof. Dr. J.B. Kristiadi, Prof. Dr. Siti Zuhro, Prof. Dr. Eko Prasojo, Dadan S. Suharmawijaya, Sri Haruti Indah Sukmawati, Haris Turino, Erri R. Harjapameko, Neneg Goenadi, Tulus Abadi, Rudiarto Sumarwono, dan Nurjaman Mochtar. (Lp3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here