oleh

Safari Ramadhan ke Teluk Bintuni, Wagub: Lupakan Pilkada, Saatnya Bersatu

BINTUNI, linkpapua.com – Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani melakukan safari Ramadhan di Masjid Al-Muttaqin Kampung Lama, Teluk Bintuni. Wagub mengingatkan agar pilkada lalu tak lagi menyisakan sekat. Ia meminta masyarakat bersatu.

“Saya mengajak kepada semua masyarakat Teluk Bintuni, sudah, kalo kemarin ada yang di sana, ada yang di sini itu proses oleh ketentuan peraturan perundang undangan. Memungkinkan kita untuk kemudian di dalam perbedaan pendapat. Tapi ketika proses itu sudah selesai mari kita bergandengan tangan. Kita ikuti pemerintah,” katanya.

Wagub mengatakan, perbedaan pilihan politik adalah hal biasa dalam demokrasi. Tapi perbedaan itu jangan sampai menimbulkan pengkotak-kotakan di masyarakat.

“Masyarakat harus bersatu. Mendukung pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Kata Lakotani, pemerintah jika dilihat dari teori kewarganegaraan merupakan wakil Tuhan di muka bumi ini. Jadi pemerintah yang dipilih oleh rakyat Tuhan izinkan. Diridhoi Allah.

“Jadi mari kita beri dukungan supaya dengan dukungan yang kita beri pemerintah dalam suasana yang tenang dan kondusif, untuk membuat berbagai kebijakan, bersama DPR untuk mewujudkan berbagai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dalam ceramahnya KH Misbahul Munir mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad yang berbunyi, barang siapa melakukan silaturahmi akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Dan kata Misbhul, safari Ramadhan juga bagian dari silaturahmi.

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling takwa/takut kepada Allah,” katanya.

Bupati Petrus Kasihiw Dalam sambutannya mengatakan, banyak hal yang menjadi kebanggaan di Teluk Bintuni ini. Ini pertama kali mendengarkan tausiah dari pemimpin umat dari luar dari MUI pusat.

“Memang luas provinsi ini sehingga semua tempat tidak bisa disinggahi, kita masih berupaya mencari kesempatan untuk mengunjungi saudara saudara kita di berbagai distrik,” kata Petrus.

Petrus juga menyinggung soal konteks keberagaman sesuai dengan budaya di wilayah Papua barat ini.

“Kita beda agama suku ras tapi kita bersaudara, Kita di Bintuni disebut dengan agama keluarga,” ucapnya.

Safari Ramadhan juga diikuti Wakil Bupati Matret Kokop, Ketua MUI Ahmad Suhu Refideso, Wakil Ketua DPRD, Forkopimda serta sejumlah Kepala OPD. Hadir pula, Dandim 1806 Teluk Bintuni serta kapolres. (LP5/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini