Kamis, Oktober 28, 2021
26.3 C
Manokwari
26.3 C
Manokwari
Kamis, Oktober 28, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

143,299
Total Kematian
Updated on Thursday, 28 October 2021, 00:40 12:40 am
12,735
Total Kasus Aktif
Updated on Thursday, 28 October 2021, 00:40 12:40 am
4,241,809
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Thursday, 28 October 2021, 00:40 12:40 am

Oknum Polisi ‘Koboi’ Ngamuk di Rumah Pejabat Kejari Manokwari, Sempat Menembak

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pejabat utama Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari mendapat teror dari oknum polisi bersenjata, Kamis malam (22/4/2021). Teror berupa penembakan tersebut berlangsung tepat di kediaman pejabat kawasan Sarina Distrik Manokwari Timur.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Manokwari Patris S Muloke membenarkan kejadian tersebut. Ditemui sejumlah wartawan, Jumat (23/4/2021), Muloke menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung sekira Pukul 21.00 WIT.

Beruntung pejabat bersangkutan tak berada di tempat. Oknum polisi itu sempat melepaskan tembakan.

“Begitu masyarakat sekitar menginfokan kepada pejabat kita (Kejari), yang bersangkutan langsung tidak jadi pulang, tetapi menuju Polres guna melaporkan kejadian tersebut. Kami juga turut mendampingi,” kata Muloke.

Muloke melanjutkan, bahwa hingga kini pihaknya belum mengetahui motif sebenarnya dari oknum tersebut. Apa maksud dari intimidasi disertai ancaman penembakan senjata api yang ditujukan pada pejabat utama Kejari Manokwari itu.

“Jadi pada malam kejadian itu juga, pejabat bersangkutan langsung membuat laporan di Propam Polres. Kami belum tahu motif sebenarnya dari teror tersebut. Intinya, kami percaya dan menyerahkan semua permasalahan ini kepada kepolisian,” kata Muloke.

Terpisah, Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Winjaya saat dikonfirmasi, mengaku masih mendalami Informasi kejadian tersebut.

“Masih kami dalami Informasi itu,” katanya.

Aksi koboi oknum Polisi itu juga diakui oleh masyarakat (tetangga) sekitar lokasi kejadian. Beberapa mereka bahkan masih merasa trauma akibat kekacauan serta penembakan yang terjadi, terutama anak-anak.

“Anak-anak kami masih ketakutan sampai sekarang. Kami juga takut, karena jelas-jelas ini aparat penegak hukum. Kenapa justru melakukan hal seperti itu, seharusnya kan melindungi,” kata salah seorang masyarakat yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan.(LP7/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here