26.3 C
Manokwari
Rabu, Juli 24, 2024
26.3 C
Manokwari
More

    Program Imunisasi dan Tablet Tambah Darah, Dinkes Papua Barat Sasar Lembaga Pendidikan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat menggelar program pelayanan imunisasi dan pemberian tablet tambah darah yang menyasar lembaga pendidikan.

    Tim vaksinator Dinkes Papua Barat berkunjung ke SMA Immanuel Pasir Putih dan Akademi Keperawatan (Akper) Manokwari, Selasa (5/9/2023).

    Di SMA Immanuel Pasir Putih, sebanyak 110 siswi dari kelas 10, 11, dan 12 mengikuti program vaksinasi ini. Kepala Sekolah SMA Immanuel Pasir Putih, Antonius Allo, menyambut positif upaya ini.

    “Vaksinasi ini, khususnya untuk siswi perempuan, sangat baik sebagai bekal kehidupan mereka di masa depan karena sudah dipersiapkan lebih awal. Jika sudah berkeluarga kesehatannya sudah siap,” ujar Allo.

    Baca juga:  Pekan Depan, Pemprov Papua Barat Tancap Gas Vaksinasi Covid-19 untuk ASN

    Respons positif juga datang dari pihak Akper Manokwari. Sebanyak 265 mahasiswi dari jurusan keperawatan dan kebidanan Akper Manokwari mengikuti vaksinasi ini.

    Ketua Program Studi Kebidanan Akper Manokwari, Yuni Subhi Isnaini, mengakui hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat anemia atau kekurangan darah cukup tinggi di kalangan remaja. Hal ini memiliki potensi dampak negatif pada kesehatan bayi di masa mendatang.

    “Jika sejak remaja sudah mengalami anemia saat berkeluarga lalu hamil, anemia dapat berdampak buruk bagi bayi karena dapat menyebabkan stunting. Selain itu, jika remaja mengalami anemia menyebabkan aktivitasnya terganggu. Dengan adanya pemberian tablet tambah darah akan berdampak baik bagi mahasiswi kami,” katanya.

    Baca juga:  Waterpauw dan Hermus Letakkan Batu Pertama Pembangunan RTP Borarsi

    Anggota tim vaksinator, Hendrik Marisan, menjelaskan program imunisasi harus memastikan bahwa perempuan sejak usia 15 tahun sudah memiliki status imunisasi yang lengkap.

    “Sebenarnya jika sejak awal sudah mengikuti imunisasi, dari bayi hingga SD kelas 5, melalui program bulan imunisasi anak sekolah, saat sudah remaja bahkan hamil tidak perlu diimunisasi lagi. Berdasarkan data, banyak terjadi keguguran dan juga anak yang tetanus karena saat ibunya melahirkan proses pemotongan pusarnya tidak dilakukan dengan standar medis. Hal ini juga menjadi penyebab stunting pada anak,” bebernya.

    Baca juga:  Pemprov Papua Barat Siagakan 1 Unit Mobil Pemadam Amankan Fordasi

    Dalam upayanya, Dinkes Papua Barat telah menginisiasi program vaksinasi untuk kelompok remaja yang mencakup pemberian tablet tambah darah dan vaksinasi Tetanus Difteri (TD).

    Sebelum diberikan vaksin, seluruh peserta akan melalui screening kesehatan terlebih dahulu. Program vaksinasi ini akan dilaksanakan di seluruh kabupaten di Papua Barat. (LP3/Red)

    Latest articles

    Tegas! DAP Dukung Orgenes Wonggor jadi Ketua DPR PB 2024-2029

    0
    MANOKWARI, linkpapua.com- Dukungan kepada Orgenes Wonggor untuk kembali duduk sebagai Ketua DPR Papua Barat periode 2024-2029 terus mengalir. Kali ini datang dari Dewan Adat...

    More like this

    Tegas! DAP Dukung Orgenes Wonggor jadi Ketua DPR PB 2024-2029

    MANOKWARI, linkpapua.com- Dukungan kepada Orgenes Wonggor untuk kembali duduk sebagai Ketua DPR Papua Barat...

    P2TIM-TB Kukuhkan 96 Siswa, Diharap Siap Hadapi Persaingan Global

    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com- Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB) mengukuhkan 96 siswa...

    Polisi Sebut 24 TPS di Bintuni Sangat Rawan: Moskona-Wamesa Terbanyak

    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com - Polres Teluk Bintuni menggelar sosialisasi kamtibmas menyongsong Pilkada 2024 di Gedung...