Senin, Agustus 8, 2022
25.9 C
Manokwari
25.9 C
Manokwari
Senin, Agustus 8, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Paket Masyarakat Dikerjakan Pekerja Luar, Warga Kampung Argosigemerai: Kita Jadi Penonton

BINTUNI, Linkpapua.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni mengalokasikan paket masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Langkah ini diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat.

Namun, masyarakat menyimpan kekecewaan dengan proyek yang tengah berjalan saat ini. Itu karena pengerjaannya dilakukan oleh kontraktor luar daerah. Tidak sampai di situ, para pekerjanya pun demikian.

Salah satu pengakuan datang dari Sarjani, pemuda Kampung Argosigemerai SP 5, Distrik Bintuni Timur. “Silakan kontraktor itu dari luar SP 5, tetapi tolong kami dipekerjakan. Kami juga sudah biasa kerja proyek. Kontraktor dari luar, yang kerja proyek juga orang dari luar, kami di dalam kampung sendiri menjadi penonton,” ketus Sarjani, Rabu (4/8/2021).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kampung Argosigemerai SP 5, Ridwan Manilet, mengaku bahwa pihaknya sudah sedari awal menekankan bahwa seluruh pengerjaan proyek harus memberikan dampak kepada masyarakat setempat. Termasuk dalam proses pengerjaannya.

Baca juga:  Upayakan Anggaran Pembayaran Paket Masyarakat, BPKAD Teluk Bintuni Minta Bersabar
Baca juga:  50 KK di Kampung Argosigemerai Terdampak Covid-19 Terima Paket Bapok

“Kami dari awal pemerintah desa sudah menekankan, kami tidak menolak pembangunan di kampung kami. Tetapi, kami ingin proses pembangunan itu punya dampak untuk kampung, dalam hal ini masyarakat setempat,” terang Ridwan.

Ridwan tidak mempersoalkan siapa pun kontraktor yang mengerjakan paket masyarakat. Namun paling tidak, kata dia, para pekerjanya adalah masyarakat setempat.

“Kontraktor silakan mau dari mana pun, tetapi tenaga kerja tolong dari dalam Kampung Argosigemerai. Kenapa harus tenaga kerja dari luar? Padahal, masyarakat kami pemuda kami juga bisa untuk bekerja hal itu,” ucapnya.

“Ini agar ada timbal balik pembangunan yang terjadi. Masyarakat bisa merasakan upah dari hasil kerja bila dilibatkan oleh kontraktor tersebut,” imbuhnya.

Terkait dengan keluhan masyarakat, pemerintah daerah setempat akan mengecek kembali pekerjaan yang masuk di Kampung Argosigemerai. (LP5/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here