oleh

Pangdam: Jadi TNI Harus Bangga dan Setia

BINTUNI, Linkpapua.com Menjadi prajurit TNI merupakan kebanggan yang harus dijaga karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu. Jika ada prajurit TNI yang kemudian desersi dari kesatuan dan Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI), itu adalah tentara bodoh.

Pernyataan ini disampaikan Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen I Nyoman Cantiasa saat memberikan arahan kepada ratusan prajurit Batalyon Infantri 763/Sanetia Buerama Amor (SBA) Brigade Infantri 26/Gurana Piarawaimo (GP) di Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (19/4/2021).

“Kalian ini adalah prajurit terpilih, untuk itu laksanakan tugas dengan baik. Kalau ada prajurit yang kabur desersi, THTI, itu prajurit bodoh. Semua prajurit pasti memiliki masalah, tapi ngomonglah ke komandan biar ada solusi. Jangan jadi gerombolan,” kata Nyoman Cantiasa.

Dalam arahannya, Pangdam juga berpesan agar tentara batalyon menjadi prajurit yang profesional dan dicintai rakyat. Setiap kemampuan tempur yang dimiliki harus diasah dan ditingkatkan, karena bertugas di Papua dan Papua Barat berbeda dengan tugas di daerah lain.

“Papua dan Papua Barat ini rawan konflik, khususnya isu Papua Merdeka. Ini yang harus kita redam. Jangan lagi ada oknum yang jadi pengkhianat,” ujarnya.

Pernyataan Pangdam ini merujuk pada peristiwa kaburnya Lucky Y Matuan, seorang oknum prajurit TNI Yonif 410 dan bergabung ke Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pada Februari 2021. Oknum prajurit tersebut kabur dari pos tanpa membawa senjata dan sampai saat ini tidak jelas keberadaannya.(LP5/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini