25.5 C
Manokwari
Sabtu, Juni 15, 2024
25.5 C
Manokwari
More

    Jatah Beras Mandek Setahun, Ratusan Guru Palang Kantor Pos Bintuni

    Published on

    BINTUNI,LinkPapua.com-  Ratusan guru berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni untuk mempertanyakan jatah beras yang selama setahun tak pernah mereka terima. Selain di Kantor Disdik, para guru juga menggelar aksi yang sama di Kantor Pos Bintuni.

    Di Kantor Disdik Manokwari, para guru diterima oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Yohanis Asmorom. Dalam penjelasannya kepada pengunjuk rasa, Yohanis menyebut bahwa terhambatnya penyaluran beras pada guru karena masalah di Kantor Pos.

    Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak Dinas Pendidikan, para guru kemudian beramai-ramai menuju kantor Pos Cabang Bintuni di Kilometer 1 Bintuni. Mereka berorasi dan mempertanyakan jatah beras mereka yang belum tersalur selama 1 tahun.

    “Beras kami dikemanakan,” ujar salah seorang pengunjuk rasa.

    Aksi para guru dipimpin oleh Ketua PGRI Teluk Bintuni, Simon Kambia. Turut pula Sekretaris PGRI Teluk Bintuni, Rasid Waretma dan Sekretaris Dinas Pendidikan Teluk Bintuni, Yohanes Asmorom.

    “Kami berkumpul untuk menuntut hak jatah beras mereka yang belum diterima selama berbulan-bulan atau 1 tahun. Kami belum terima sejak Januari sampai Desember 2023,” tandas Simon.

    Baca juga:  Diperindagkop UMKM Teluk Bintuni Paparkan Naskah Akademik dan Ranperda Rencana Pembangunan Industri

    Kehadiran mereka kemudian disambut langsung oleh Kepala Kantor Pos Cabang Bintuni, Tarto, serta Suvervisor Pelayanan Jaffy Nahumury dan Suvervisor Ritel Kantor Pos Manokwari Iqram.

    Selain itu, Kepala Kantor Pos Manokwari, Raemy Tambunan, turut memberikan penjelasan melalui telepon seluler yang disambungkan. Raemmy Tambunan menjelaskan, bahwa Kantor Pos Manokwari telah mengirimkan jatah beras guru-guru Teluk Bintuni dari semua tingkatan pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, melalui perusahaan transportir (nama perusahaan tidak disebutkan_red).

    Bahkan pada saat itu pihaknya juga sudah memanggil transportir untuk dimintai penjelasan. Namun mereka belum juga datang ke Kantor Pos Manokwari untuk memenuhi panggilan Kepala Kantor Pos Manokwari.

    Terpisah Sekretaris Dinas Pendidikan Teluk Bintuni, Yohanes Asmorom saat diwawancarai wartawan mengatakan, aksi protes ini mencerminkan kepedulian para pendidik terhadap hak-hak mereka dan menyoroti pentingnya pengelolaan distribusi bantuan yang tepat waktu dan efisien.

    “Semoga permasalahan ini segera terselesaikan demi kesejahteraan para pendidik atau guru di Teluk Bintuni.” harapnya.

    Baca juga:  Kabiro Hukum Sesalkan Polemik Rumdis Gubernur Kian Melebar

    Kata dia, semua berita acara dan DO dari pemerintah Teluk Bintuni sudah lengkap. Jadi masalahnya ada di Kantor Pos yang sampai saat ini beras yang disalurkan tersebut belum sampai ke para guru yang merupakan hak mereka.

    “Saya berharap ini cepat diselesaikan oleh pihak Kantor Pos agar masalah ini tidak merugikan guru-guru kitabdi Bintuni yang juga butuh makan untuk hidup,” papar Asmorom.

    Sedangkan Simon Kambia selaku Ketua PGRI Kabupaten Teluk Bintuni  mengatakan bahwa sudah dua kali pihak Dinas Pendidikan Bintuni melakukan pertemuan dengan pihak Kantor Pos tetapi jatah beras guru juga belum mereka terima.

    “Sehingga pada hari ini kami sepakat untuk memalang kantor Pos Cabang Bintuni sampai hari Senin (26/2/2024),” jelasnya.

    Apabila pada hari Senin mereka belum bisa menjamin beras jatah untuk para guru maka para guru akan melakukan mogok mengajar sampai beras jatah guru tersebut terjawab.

    Ia menyebut, hal seperti ini sudah dilakukan berulang-ulang oleh pihak Kantor Pos Manokwari. Bahkan sampai beras jatah itu hangus dan para guru tidak menerima jatah beras. Padahal gaji mereka sudah di potong untuk beras jatah tersebut.

    Baca juga:  Kapolda Papua Barat Cek Jalannya PSU di Beberapa TPS di Manokwari

    “Maka kami dari PGRI merasa prihatin terhadap masalah yang melanda para guru sehingga kami turun unjuk rasa pada hari ini untuk memperjuangkan beras jatah mereka. Kami berharap hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Kambi dengan tegas.

    Pantauan media ini usai dialog antara PGRI dengan pihak Kantor Pos Cabang Bintuni dan Manokwari akhirnya pintu utama kantor Pos Cabang Bintuni dipalang dengan menggunakan papan dan balok 5 x 5 dengan damai oleh para guru tanpa melakukan pengrusakan atau anarkis.

    Dan sekitar pukul 11.00 Wit massa pun membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.

    Berdasarkan informasi yang diterima media ini bukan hanya guru saja yang belum menerima jatah beras selama setahun tetapi juga seluruh ASN Teluk Bintuni juga belum menerima jatah beras. Setiap ASN atau guru menerima beras jatah setiap bulannya 40 Kg.

    LP5/red

    Latest articles

    KPU Papua Barat Tetapkan 35 Caleg Terpilih, Golkar Jadi Ketua DPR...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat menetapkan 35 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat periode 2024-2029. Penetapan dilakukan...

    30 Caleg Terpilih Ditetapkan KPU Manokwari

    More like this

    KPU Papua Barat Tetapkan 35 Caleg Terpilih, Golkar Jadi Ketua DPR Papua Barat

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat menetapkan 35 anggota Dewan Perwakilan...

    Ditlantas Polda Papua Barat Raih Penghargaan di 2 Kategori

    MANOKWARI, Linkpapua.com-Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat meraih prestasi dalam Rapat Kerja Teknis...

    Pemprov PB Rancang Sekolah Ramah Anak-Gender, Dimulai dari SMA Unggulan

    MANOKWARI, Linkpapua.com - Biro Kesra Pemprov Papua Barat bersama otoritas terkait tengah merancang sebuah...