26.6 C
Manokwari
Senin, April 15, 2024
26.6 C
Manokwari
More

    DOB Dikhawatirkan Hanya Skenario Elite untuk Kuasai Kekayaan Alam Papua

    Published on

    MANOKWARI, linkpapua.com- Kebijakan pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua masih menyisakan sengkarut. Sejumlah elemen menolak DOB karena dikhawatirkan hanya jadi alat untuk mengeruk sumber daya alam Papua.

    “Menurut pandangan saya DOB itu menjadi pekerjaan rakyat Papua. Pemekaran sudah dilakukan. Dari Provinsi Papua yang kemudian dimekarkan menjadi Provinsi Papua Barat. Tapi apa yang kita capai? Masih jauh dari harapan,” ujar Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat Ronald Mambiuew, Selasa (19/4/2022).

    Baca juga:  Buntut Penyerangan RSUD Kaimana, 3 Orang Ditetapkan Tersangka

    Ronald menilai, orang Papua belum menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Dari semua perspektif, putra-putra Papua belum menunjukkan dominasinya.

    “Dari sektor ekonomi, tenaga kerja orang luar Papua masih dominan. Serapan tenaga kerja di birokrasi pemerintahan juga begitu. Yang justru dominan menjadi honorer dan CPNS bukan OAP. Tapi orang dari suku-suku lain. Kita masih banyak yang jadi penonton,” ketus Ronald.

    Menurut Ronald, ini adalah poin negatif dari DOB. Maka wajar jika DOB ini ditolak. Karena dikawatirkan ini hanya akan jadi mainan oknum yang ingin menguasai Sumber Daya Alam (SDA) Papua.

    Baca juga:  Dana Desa Kampung Smainggei Diduga 'Disunat', Dedaida: Kita akan Cek

    “Harapan kita sebenarnya adalah bagaimana daerah ini dimekarkan kemudian Sumber Daya Manusia (SDM) ditingkatkan dan bisa tersalurkan di daerah tersebut. Pemekaran juga diharapkan bisa menjawab semua keresahan orang asli Papua (OAP),” katanya.

    Dijelaskan Ronald, hari ini orang asli Papua masih bertanya-tanya pemekaran untuk siapa? Pertanyaan ini wajar kata dia. Karena DOB belum memberi dampak muktidimensi bagi Papua.

    Baca juga:  Liga Inggris: Terseok-seok, Arsenal Kini Ramaikan 4 Besar

    “Kami sarankan untuk pemerintah pusat supaya lebih pendekatan persuasif secara teritorial untuk menyelesaikan persoalan ini. Sehingga tidak ada pro dan kontra. Berikan itu kepada orang asli Papua. Biarkan mereka membenahi agar DOB ini bisa dirasakan dampaknya oleh OAP,” paparnya.

    Ronald juga mendorong agar kebijakan DOB memberikan kewenangan untuk orang asli Papua untuk menentukan arah kebijakan. Tidak boleh ada pemaksaan kehendak.(LP3/Red)

    Latest articles

    Kapolda Papua Barat Angkat Bicara Soal Insiden Oknum TNI-Polri di Kota...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com-Pasca adanya perselisihan yang terjadi antara oknum TNI-Polri di Pelabuhan Kota Sorong pada hari Minggu (14/4/2024) Pagi, pimpinan dari institusi tersebut menjelaskan penyebab...

    More like this

    Kapolda Papua Barat Angkat Bicara Soal Insiden Oknum TNI-Polri di Kota Sorong

    MANOKWARI, Linkpapua.com-Pasca adanya perselisihan yang terjadi antara oknum TNI-Polri di Pelabuhan Kota Sorong pada...

    DPC PDI Perjuangan Tambrauw Buka Penjaringan Balon Kepala Daerah 

    TAMBRAUW, Linkpapua.com- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kabupaten Tambrauw...

    Halal bi Halal, Pj Gubernur Ali Baham Bicara Pentingnya Mendorong Produksi Pangan

    MANOKWARI, linkpapua.com-Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari menggelar halal bi halal di...