28.6 C
Manokwari
Rabu, Mei 29, 2024
28.6 C
Manokwari
More

    Lepas 30 Siswa Belajar ke Petrotekno Ciloto, Kasihiw: Kembalilah dengan Prestasi yang Baik

    Published on

    BINTUNI, Linkpapua.com- Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, melepas 30 siswa putra/putri terbaik Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, untuk menjalani program kejuruan teknik produksi migas 2021-2023 di pusat pelatihan Petrotekno Ciloto, Jawa Barat. Pelepasan berlangsung di Kampung Beimes, Distrik Menimeri, Sabtu (4/9/2021).

    Petrus menyampaikan, keberangkatan putra/putri terbaik Teluk Bintuni kali ini adalah sejarah. Dirinya sebagai perpanjangan tangan masyarakat dan orang tua berharap agar para siswa bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik lagi.

    Pemerintah, kata Petrus, sudah melakukan usaha dengan bekerja sama berbagai pihak untuk bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Teluk Bintuni.

    “Kitorang ini masih jauh tertinggal dari daerah lain, tetapi kita tidak kalah karena kita punya kemampuan. Anak-anak ini bisa lolos melalui seleksi yang ketat, anak-anak berarti sudah mampu dari sisi akademis, kesehatan. Jadi, anak-anak sudah siap untuk menempuh pendidikan di Ciloto. Kami semua bangga, pemerintah sudah menyiapkan berbagai kesempatan untuk anak-anak kita,” tutur Petrus.

    Baca juga:  Bawaslu Bintuni Terus Telisik Dugaan Kecurangan di TPS-8 Kampung Argosigemerai

    Petrus berpesan agar siswa yang dikirim ke Petrotekno Ciloto untuk belajar dengan tekun, disiplin, serta menjaga jaga kesehatan dan kekompakan.

    “Anak-anakku kalian pergi sekolah di Ciloto harus kembali ke daerah dengan hasil prestasi yang baik. Karena anak-anak berangkat dengan membawa nama 7 suku, jadi jangan bikin malu. Sekolah dengan baik, pulang bawa hasil baik untuk membuat orang tua dan daerah bangga,” ungkap Petrus.

    “Saya sudah sempat melihat anak-anak dari Bintuni yang sekolah di Ciloto, saya kira orang Negro. Ternyata anak Papua dari Bintuni yang sudah mahir menggunakan bahasa Inggris. Itu sangat membuat bangga kami selaku pemerintah dan orang tua,” ucap Petrus.

    Pada kesempatan ini, Petrus juga menyampaikan bahwa anak-anak lulusan dari P2TIM sudah ada yang bekerja. “Banyak yang bilang lulusan P2TIM banyak yang nganggur, kita sedia payung sebelum hujan. Kami pemerintah masih lobi untuk anak-anak kami bekerja, ada beberapa yang baru lulus kemarin akan dikirim pelatihan lanjutan di Solo sebanyak 16 orang. Terus selanjutnya akan bergabung dengan yang di Batam,” terangnya.

    Baca juga:  Hari Kartini, 12 Perempuan Papua Barat Raih Award Nasional

    “Sudah ada permintaan lulusan P2TIM untuk bekerja di Freeport, Brunei Darussalam. Yang sedang disiapkan paspornya untuk ke luar negeri sekitar 20 orang. Jadi kami tidak duduk diam saja melihat anak-anak kami, kami siapkan dari sekarang, yang masih nganggur kita siapkan lagi agar mereka tidak nganggur,” tegasnya.

    Salah satu penanggung jawab P2TIM, David C Kesuma, mengatakan untuk sementara beberapa tahap kegiatan penerimaan calon siswa telah dilakukan oleh tim penerimaan rekrutmen. Dimulai dari sosialisasi program di semua distrik di Teluk Bintuni.

    “Jumlah pendaftar yang masuk adalah 194 orang yang memenuhi syarat administrasi 174 orang dan yang hadir mengikuti tes dan interview 161 orang. Kemudian dari hasil penilaian tes dan interview yang dilakukan oleh konsultan maka dihasilkan 30 calon siswa dengan tingkat tertinggi yang berbagai dari berbagai distrik di Kabupaten Teluk Bintuni,” kata David.

    Baca juga:  Musda IMM Papua Barat Dituntut Lahirkan Kader Kolaboratif

    David mengatakan, yang dikirim kali ini mewakili generasi muda dari berbagai tingkat pendidikan pemuda dan pemudi Teluk Bintuni. “Anak-anak yang akan berangkat ke Ciloto, Jawa Barat, di sana selama 18 bulan,” sebut David.

    “Para calon siswa akan dididik dan dilatih dalam berbagai mata pelajaran di bidang teknik produksi, serta keselamatan kerja, dan prosedur yang terkait operasional suatu fasilitas negara baik secara fisik maupun teori,” jelasnya.

    “Para calon siswa juga akan mendapatkan wawasan pengetahuan tentang kepemimpinan, motivasi kerja, simbol disiplin, kebugaran fisik, yang sangat membantu mereka untuk berprestasi,” tutup David. (LP5/red)

    Latest articles

    Kemenkumham Raih Penghargaan Digital Government Awards SPBE Summit 2024

    0
    JAKARTA, LinkPapua.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali meraih penghargaan Digital Government Awards dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024. Kemenkumham dinobatkan...

    More like this

    Kemenkumham Raih Penghargaan Digital Government Awards SPBE Summit 2024

    JAKARTA, LinkPapua.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali meraih penghargaan Digital Government Awards...

    Pembangunan Dermaga Tofoi Teluk Bintuni Capai 99%, Peresmian Dijadwalkan 6 Juni

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com - Dermaga Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Kampung Tofoi,...

    Penerimaan Bintara Polri dan Akpol Tahun 2024 Masuki Tahap Akhir

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Proses seleksi Polda Papua Barat memasuki tahap akhir. Dari 8.000 peserta di...