oleh

Bertemu IKA UNIPA, Rektor: Kampus Butuh Sumbangsih Nyata Alumni

MANOKWARI, Linkpapua.com – Rektor UNIPA Dr Meky Sagrim bertemu Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNIPA di Kabupaten Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, Rabu (21/4/2021). Dalam pertemuan itu rektor memaparkan berbagai proyeksi UNIPA menyambut tantangan dunia pendidikan.

Ia mengatakan, bahwa saat ini UNIPA telah memiliki sekitar 52 program studi. 26 di antaranya telah terakreditasi B.

“Diharapkan bisa terakreditasi semua. Kita juga punya lab-lab dalam gedung, namun sebagian besar tidak disertifikasi, bahkan hampir semua peralatan bisa dikatakan tidak layak,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada acara pertemuan dengan alumni yg digelar di rumah tamu negara Teluk Bintuni, Rabu (21/4/2021).

Menurut Meky, UNIPA ke depan akan diupayakan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Namun untuk menuju ke arah sana, dari satker menjadi BLU dibutuhkan perbaikan sarana dan prasarana secara kolektif.

“Ini butuh infrastruktur yang memadai. Mulai dari akses internet kampus, hingga kejelasan status tanah UNIPA,” ujar Meky.

Karena itu Meky berharap alumni dapat berperan dan memberikan sumbangsih nyata bagi almamaternya dalam mewujudkan semua proyeksi ini.

“Alumni diharapkan dapat memberikan sumbangsih nyata. Dukungan bagi adik-adik yang baru lulus terutama dalam akses ke dunia kerja. Karena dunia kerja sangat berbeda dengan dunia kuliah. Diperlukan bimbingan dan pembinaan dari para senior yg lebih dulu mengenal dunia kerja,” pinta dia.

Meky juga menyinggung soal keberadaan sekretariat alumni. Menurutnya, ini sangat diperlukan. Selain sebagai tempat berkumpul, sekretariat IKA UNIPA juga sebagai tempat informasi dan konsultasi bagi para alumni.

Sayangnya hingga saat ini, IKA UNIPA belum memiliki kantor sekretariatan. Kantor sekretariat direncanakan berada di lokasi kampus.

“Sekretariat selain sebagai tempat temu alumni, tapi juga sebagai tempat informasi bursa kerja dan lapangan kerja. Kita semua berharap UNIPA bisa berkiprah untuk membangun negeri,” harapnya.

Sementara itu Ketua Umum DPP IKA UNIPA yang juga Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengakui bahwa perjalanan organisasi alumni belum berjalan optimal. Butuh uluran tangan dan pemikiran dari semua alumni.

“Kita harus bangga menjadi alumni UNIPA. Meskipun perjalanan organisasi belum optimal, saya sadari itu. Belum mengarah kepada optimalisasi kerja. Padahal batas periode kepengurusan kami sampai dengan tahun 2022 mendatang,” jelasnya.

Menurut Petrus, ada beberapa rencana kerja yang belum berjalan dengan baik. Bahkan pengurusan Alumni UNIPA di Bintuni sendiri pun belum dilantik.

Kata dia, kendala yang dihadapi adalah komunikasi yang belum berjalan dengan baik. Selain itu, ia menilai masih adanya alumni yang belum melihat bahwa wadah alumni sebagai kebutuhan bersama.

“Terkait pembangunan sekretariat IKA UNIPA, kami berencana pembangunan tahap pertama akan dilakukan tahun ini. Kita akui ketersediaan anggaran serta adanya refocusing Covid 19 menjadi kendala pembangunan sekretariat yang telah direncanakan beberapa tahun lalu,” paparnya.

Selain itu DPP IKA UNIPA juga belum melaksanakan raker. Oleh karena itu, pihaknya akan menyusun kembali rencana penyelenggaraan raker tersebut.

“Menjadi harapan dan keinginan kami, untuk dibangun fakultas teknik pertambangan dan perminyakan di Bintuni. Perpres 109 tahun 2020, Bintuni menjadi kawasan migas,” ungkap Kasihiw.

Minimnya Sumbangsih Alumni

Sekjen DPP IKA UNIPA, Yohanes A. Lebang, menjelaskan bahwa di Papua Barat, kepengurusan alumni yg paling siap untuk dilantik adalah Kabupaten Fakfak. Sementara untuk Papua, yang dinilai cukup siap untuk dilakukan pelantikan pengurus alumni adalah Kabupaten Keerom, Jayapura dan Merauke.

Sebagai bentuk tanggung jawab serta sumbangsih terhadap organisasi IKA UNIPA, dikatakan maka para alumni diwajibkan membayar iuran wajib sebesar Rp250 ribu/ tahun. Namun diakui bahwa penerapan iuran ini tidak berjalan secara baik.

“Terkait kegiatan iuran kita, kas kita hanya Rp10 juta. Padahal kita memiliki ribuan alumni,” jelasnya.

Meskipun demikian, pihaknya terus membuat baliho-baliho atau ucapan-ucapan hari besar dan lain-lain yang menunjukan eksistensi dari ikatan alumni UNIPA.

“Alumni tetap support pak bupati secara maksimal. Bintuni diharapkan bisa menjadi contoh bagi kepengurusan alumni UNIPA di daerah lain,” tutupnya.(LP 3/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini