Selasa, Januari 31, 2023
25.2 C
Manokwari
25.2 C
Manokwari
Selasa, Januari 31, 2023

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Tiongkok Masih Jadi Tujuan Ekspor Tertinggi Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.com – Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor tertinggi Provinsi Papua Barat. Meski ekspor Papua Barat pada November 2022 turun 11,36 persen dibanding Oktober 2022, yaitu dari USD276,57 juta menjadi USD245,14 juta.

Sementara, jika dibanding November 2021, ekspor naik 28,14 persen. Penurunan ekspor November 2022 dibanding Oktober 2022 disebabkan turunnya ekspor migas 9,52 persen dan nonmigas 75,14 persen.

Tiga negara tujuan ekspor Papua Barat terbesar berikutnya adalah Jepang, Korea Selatan, dan Papua Nugini dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USF84,62 juta, USD12,66 juta, dan USD0,56 juta, dengan kontribusi ketiga negara itu 39,91 persen.

“Bahan bakar mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat pada November 2022, yaitu sebesar 243,21 juta atau 99,21 persen dari total ekspor Papua Barat. Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor Papua Barat terbesar dengan nilai ekspor sebesar USD146,63 juta dengan kontribusi sebesar 59,81 persen,” beber Lasmini, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, dalam rilis pers, Senin (2/1/2023).

Dia mengungkapkan, ekspor Papua Barat pada November 2022 melalui 5 pelabuhan laut dan 3 pelabuhan udara. Ekspor terbesar Papua Barat berasal dari pelabuhan laut Bintuni dengan nilai USF243,21 juta atau 99,21 persen dari total nilai ekspor Papua Barat.

Baca juga:  Papua Barat Inflasi 1,11 Persen Juli 2022, Transportasi Penyumbang Terbesar
Baca juga:  SP2020 Lanjutan Papua Barat, Nataniel: Data Akurat Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

Disusul pelabuhan laut Tanjung Perak USD0,68 juta (0,28
persen), pelabuhan laut Manokwari USD0,56 juta (0,23 persen), pelabuhan laut Sorong USD0,48 juta (0,20 persen), pelabuhan udara Sorong/Jefman USD0,20 juta (0,08 persen), pelabuhan laut Tanjung Priok USD0,01 juta (0,0049 persen), pelabuhan udara Ngurah Rai USD0,0006 juta (0,0003 persen), dan pelabuhan udara
Soekarno-Hatta USD0,00002 juta (0,00001 persen).

Sementara, impor Papua Barat pada November 2022 mengalami peningkatan 100 persen, yaitu dari USD0,00 juta menjadi USD2,58 juta.

Kata dia, bahan bakar mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai impor terbesar di Papua Barat pada November 2022, yaitu USD2,58 juta atau 100,00 persen dari total impor Papua Barat.

“Impor Papua Barat pada November 2022 hanya berasal dari dua negara, yaitu Australia dan Malaysia dengan nilai impor masing- masing sebesar USD2,03 juta dan USD0,55 juta,” paparnya. (LP9/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here