Rabu, Agustus 4, 2021
27.9 C
Manokwari
27.9 C
Manokwari
Rabu, Agustus 4, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

98,889
Total Kematian
Updated on Wednesday, 4 August 2021, 13:37 1:37 pm
524,142
Total Kasus Aktif
Updated on Wednesday, 4 August 2021, 13:37 1:37 pm
3,496,700
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Wednesday, 4 August 2021, 13:37 1:37 pm

SDM Jadi Skala Prioritas, Petrotekno di Garda Terdepan Dukung Pemerintahan Petrus-Matret

MANOKWARI, Linkpapua.com – Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw-Matret Kokop, masih akan fokus pada program di sektor pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk pemerintahan jilid II periode 2021-2024. Hal tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Kasihiw menilai pengembangan SDM akan berpengaruh pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Skala prioritas dalam pembangunan SDM pada pemerintahannya akan dititikberatkan pada ekonomi, penanganan Covid-19, dan infrastruktur.

“Skala prioritas periode pertama adalah infrastruktur dan ekonomi. Di periode kedua ini kita tambahkan dengan penanganan Covid-19, sasarannya ialah pemulihan ekonomi,” demikian Kasihiw usai pelantikannya pada Jumat (18/6/2021) lalu.

Biar begitu, Kasihiw mengungkap prioritas itu tidak selalu berkaitan dengan anggaran. Sebab, perhatian yang akan diberikan oleh pemerintahannya juga akan berbentuk seperti peraturan atau regulasi untuk memudahkan investasi guna kepentingan pembangunan.

Merespons skala prioritas pemerintahan Petrus-Matret, Presiden Direktur Petrotekno, Hendra Pribadi, mengatakan pihaknya siap sebagai garda terdepan bekerja sama dengan P2TIM Teluk Bintuni untuk mengembangkan SDM di Papua.

“Pada periode kedua kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Petrus Kasihiw–Matret Kokop, Petrotekno tetap memberikan dukungan yang sama seperti periode pertama dalam hal pengembangan SDM,” kata Hendra.

Bukan saja pendidikan anak-anak asli Papua, lebih khusus lagi asal Teluk Bintuni di bidang pertambangan dan industri, tetapi Petrotekno juga membantu menyalurkan lulusannya kepada perusahaan-perusahaan besar. Tidak sebatas di Papua, tetapi juga nasional bahkan yang bukan luar negeri jika dibutuhkan.

Hendra berujar, ke depan Petrotekno sebagai pendidik akan memberikan pelatihan yang lebih bersifat nasional dan internasional. Salah satunya pengolahan industri makanan. Namun, masih dalam proses godok kurikulumnya.

Dia mengaku bahwa pada periode pertama masa pemerintahan Piet–Matret, anak-anak Papua yang sudah bekerja di perusahaan-perusahaan besar jebolan P2TIM dan Petrotekno sebesar 70 persen, karena kendala masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Kami sebagai pendidik yang bergerak di bidang pengembangan SDM tentunya kita membutuhkan dukungan dari masyarakat terus untuk bisa meningkatkan kompetensi yang ada di Teluk Bintuni. Sehingga semua masyarakat di sini dapat menikmati kedatangan investasi dan berpartisipasi aktif di dalam perekonomian yang bergerak di tanah Sisar Matiti ini,” harap Hendra. (LP5/red)

Latest news