Selasa, Oktober 26, 2021
27.6 C
Manokwari
27.6 C
Manokwari
Selasa, Oktober 26, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

143,235
Total Kematian
Updated on Tuesday, 26 October 2021, 18:28 6:28 pm
13,554
Total Kasus Aktif
Updated on Tuesday, 26 October 2021, 18:28 6:28 pm
4,240,479
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Tuesday, 26 October 2021, 18:28 6:28 pm

Sambangi Papua Barat, Wapres Titip “PR” untuk Gubernur dan Bupati

MANOKWARI, Linkpapua.com – Wakil Presiden (Wapres) K.H Ma’ruf Amin menyambangi Provinsi Papua Barat, Kamis (14/10/2021). Kunjungan orang nomor 2 di tanah air ini dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja ke tujuh provinsi prioritas program penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres memimpin rapat kerja bersama Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan bersama Bupati Teluk Wondama, Bupati Teluk Bintuni, Bupati Tambrauw, Bupati Maybrat, dan Bupati Manokwari Selatan (Mansel), sebagai kepala daerah dari lima wilayah prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Papua Barat 2021.

Senada dengan yang disampaikan pada saat kunjungan kerja sebelumnya, Wapres mengatakan, anggaran bukanlah isu utama karena sesungguhnya anggaran kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah cukup besar. Tantangan terbesar saat ini, adalah membuat program pengurangan kemiskinan ekstrem konvergen dan terintegrasi.

Menurut Wapres, konvergensi penting untuk memastikan berbagai program agar terintegrasi, mulai dari saat perencanaan sampai pada implementasi di lapangan, sehingga dapat dipastikan diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Konvergensi yang dimaksud adalah upaya untuk memastikan bahwa seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem mulai dari perencanaan, alokasi anggaran, sasaran, dan pelaksanaan, tertuju pada satu titik atau lokus yang sama, baik secara wilayah maupun target masyarakat yang berhak,” ujar Wapres dalam kutipan resmi yang diterima Linkpapua.com.

Dalam kesempatan itu, Wapres pun menitip “pekerjaan rumah” kepada gubernur dan seluruh bupati di wilayah prioritas Papua Barat agar bekerja keras memastikan agar seluruh rumah tangga miskin ekstrem di wilayah masing-masing, mendapatkan seluruh program, baik program untuk pengurangan beban pengeluaran masyarakat maupun program pemberdayaan masyarakat.

Gubernur dan para bupati juga diminta untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang berkaitan dengan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing.

Lima Kabupaten Jadi Prioritas
Selain Papua Barat, Wapres sebumnya telah melakukan kunjungan kerja di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Provinsi Maluku. Kunjungan kerja itu juga dilakukan Wapres terkait dengan program pengurangan kemiskinan ekstrem.

Baca juga:  Bertepatan Kunjungan Wapres RI, Musda Golkar Manokwari Ditunda

Diketahui, bahwa program tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah guna menekan tingkat kemiskinan ekstrem sampai nol persen pada 2024 mendatang.

Untuk wilayah Papua Barat, terdapat lima kabupaten yang dipilih secara nasional, yaitu Kabupaten Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Tambrauw, Maybrat dan Mansel. Pemilihan daerah itu didasarkan bukan hanya pada kriteria prosentase tingkat kemiskinan ekstrem, tetapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut.

Selain itu, ukuran tingkat kemiskinan ekstrem juga mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu sebesar 1,9 US dollar PPP (purchasing power parity) per kapita per hari. Angka itu berada di bawah ukuran tingkat kemiskinan umum yang digunakan BPS, yaitu sebesar 2,5 US dollar PPP per kapita per hari.

Khusus untuk lima kabupaten tersebut, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 39.357 jiwa dengan total jumlah Rumah Tangga (RT) miskin ekstrem 12.440. Jumlah tersebut terdiri dari Kabupaten Teluk Wondama 24,08%, dengan tingkat kemiskinan ekstrem 4% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 7,960 jiwa.

Kemudian Kabupaten Teluk Bintuni dengan tingkat kemiskinan ekstrem 21,05% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 13.760; Kabupaten Tambraw dengan tingkat kemiskinan ekstrem 22,40% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 3.140 jiwa.

Sementara, Kabupaten Maybrat memiliki tingkat kemiskinan ekstrem 22,89% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 9.520 jiwa; serta Kabupaten Mansel dengan tingkat kemiskinan ekstrem 20,97% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 5.150 jiwa.

Selain membahas program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Papua Barat, Wapres mengaku akan menyiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas tersebut. Bantuan akan diberikan pada tahun ini.

“Bantuan yang diberikan menggunakan program yang ada, yaitu Program Sembako dan BLT-Desa untuk memberikan dukungan tambahan bagi kelompok miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas,” kata Wapres. (LP7/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here