Rabu, September 29, 2021
27.8 C
Manokwari
27.8 C
Manokwari
Rabu, September 29, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

141,709
Total Kematian
Updated on Wednesday, 29 September 2021, 10:38 10:38 am
38,652
Total Kasus Aktif
Updated on Wednesday, 29 September 2021, 10:38 10:38 am
4,211,460
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Wednesday, 29 September 2021, 10:38 10:38 am

P2TIM Lahirkan 91 Lulusan Baru, Wakil Bupati: Teluk Bintuni Menanti Pengabdian Kalian

BINTUNI, Linkpapua.com- Sebanyak 91 siswa Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) angkatan VIII menjalani pengukuhan sekaligus pelepasan di Gedung Serbaguna Kali Kodok, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (31/8/2021).

Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, hadir diwakili Wakil Bupati, Matret Kokop. Dalam sambutannya, Matret menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Petrotekno, yang berkat kerja samanya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, telah menghasilkan banyak tenaga kerja mumpuni.

Kerja sama Petrotekno dan Pemkab Teluk Bintuni salah satunya melalui pelaksanaan Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas selama kurang lebih 3 tahun ini. Selama kurun waktu itu, sekitar 800 orang anak muda Papua yang dilatih untuk menjadi tenaga kerja siap pakai di bidang industri dan migas.

Matret mengatakan, potensi gas alam di Teluk Bintuni mencapai 14,4 Trillion Cubic Feet (TCF) yang menjadikan daerah ini sebagai tujuan investasi menarik pada sektor minyak dan gas bumi.

Oleh sebab itu, pemerintah telah menjadikan Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Prioritas dan telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Pemerintah pusat berencana mengembangkan industri hilirisasi gas di Teluk Bintuni dengan nilai investasi sebesar Rp31,4 triliun,” kata Matret.

Dengan besarnya potensi sumber daya alam migas yang dimiliki Teluk Bintuni, beserta potensi investasi yang terbuka lebar di masa depan, maka kabupaten ini menjadi primadona investasi migas yang diyakini akan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan negara.

Selain itu, di kabupaten ini akan dibangun pula kawasan industri berbasis gas bumi yang berlokasi di Distrik Sumuri. Merupakan salah satu dari 18 kawasan industri di Indonesia yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dalam RPJMN 2019-2024.

“Dengan adanya kenyataan ini, maka investasi pada sektor migas di Teluk Bintuni akan membutuhkan sekitar 19.000 tenaga kerja yang terdiri dari professional skill, semiskill, dan unskill,” ucap Matret.

Baca juga:  Resmi Berganti, Iptu Tomi Samuel Marbun Jabat Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni

Oleh sebab itu, sejak 2018 Pemkab Teluk Bintuni telah merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia berbasis sumber daya migas dengan mendirikan Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni bekerja sama dengan Petrotekno. Langkah ini didukung oleh SKK Migas dan Pemprov Papua Barat.

Sesuai anjuran Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai salah satu industri yang padat modal, sektor hulu migas terus mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia.

Peluang inilah yang dibaca pemerintah daerah kemudian berusaha dijawab dengan membangun dan mengoperasikan P2TIM untuk menekankan dan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal di industri hulu migas.

Untuk menyikapi sempitnya lapangan kerja di tengah pandemi Covid-19, angkatan VIII dari P2TIM ini juga dilengkapi dengan keterampilan wirausaha.

Dengan begitu, mereka diharapkan dapat memberdayakan diri dengan keterampilan yang telah didapat selama masa pendidikan di P2TIM sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda Papua lainnya.

Menurut data BPS, sebelum P2TIM dibuka dan beroperasi di Teluk Bintuni, angka pengangguran cukup tinggi. Kehadiran P2TIM pun diharapkan bisa menekan angka pengangguran di Papua Barat, khusus di Teluk Bintuni.

“Pada kesempatan yang baik ini izinkan saya mewakili Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengucapkan selamat kepada 91 orang anak-anakku yang diwisuda hari ini. Hanya satu pesan saya, Teluk Bintuni menanti pengabdian dan keterampilan kalian di tanah kita sendiri,” tutur Matret.

Sementara, perwakilan Petrotekno, David C. Kesuma, menyampaikan berterima kasih kepada pada pemerintah daerah yang sudah berkomitmen kepada Petrotekno untuk menciptakan tenaga kerja yang siap untuk diterjunkan ke lapangan dengan kemampuan yang sudah mereka miliki.

“Siswa sebanyak 91 orang semua dinyatakan lulus dan siap diterjunkan ke lapangan sebagai tenaga yang andal dan bersaing dengan tenaga yang lain,” kata David. (LP5/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here