Minggu, September 25, 2022
26.6 C
Manokwari
26.6 C
Manokwari
Minggu, September 25, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Pedagang Durian Musiman Banjiri Manokwari, Jajakan Jualan di Trotoar Jalan

MANOKWARI, Linkpapua.com – Beberapa hari belakangan penjual durian mulai memadati trotoar di Jalan Pahlawan, Kabupaten Manokwari, depan Kantor Dinas Catatan Sipil.

Babe Hadi (60), salah seorang penjual mengaku membawa durian jualannya dari Kampung Wasegi, Distrik Prafi. Dirinya menyebut, durian dari Kampung Wasegi isinya tebal, kering, dan tidak lembek. Walaupun isinya putih, tetapi enak dimakan.

“Karena ini belum musim sehingga kita bawa ke kota untuk dijual. Biasanya 100 buah atau 80 buah,” kata pria transmigran asli Betawi yang tinggal di Manokwari sejak 1998.

Hadi menjajakan durian jualannya di emperan jalan tepat di trotoar. Dijual dengan harga bervariasi, untuk ukuran sedang tiga buah dijual Rp100 ribu, sedangkan ukuran jumbo biasanya dijual dengan harga Rp80 ribu per buah.

“Ini kan belum musim, kalau saat musim dan durian banjir di sini kita jual kadang Rp60 ribu atau Rp50 ribu per tiga buah,” katanya, Kamis (25/8/2022).

Hadi mengatakan, puncak musim durian di Manokwari nanti pada Oktober. “Puncak musim di bulan 10 itu pasti banyak yang turun dan tempat jualan di mana-mana,” ucapnya.

Dia mengatakan sudah empat hari jualan durian di Manokwari. Hasilnya, kata dia, lumayan untuk mencukupi kebutuhan dan biaya transportasi pulang pergi ke Kampung Wasegi.

“Tadi saya mulai menjual di sini sekitar jam 13.00 WIT karena persiapan dan perjalanan ke sini lagi sehingga agak siang,” akunya.

Dia mengaku mengalami kerugian jika durian yang didatangkan pecah atau saat dijual tidak habis pada hari itu juga. “Iya, rugi kalau ada pecah atau pas jualan tidak habis. Tentu rugi. Terpaksa makan sendiri karena untuk jual di hari berikutnya sudah tidak bisa,” ungkapnya.

Penjual lainnya, Suroto, mengaku nyaman jika berjualan di trotoar di Jalan Pahlawan. “Iya, kita nyaman di sini. Tidak dikenai pajak atau pungutan,” sebutnya.

Suroto merupakan warga Prafi, seorang transmigran yang lama tinggal di Manokwari. “Kami jualan di sini kadang sampai malam tergantung jika barangnya habis kita pulang cepat,” terangnya.

Penjual durian menyediakan tempat bagi pembeli yang ingin makan di tempat.

Pengunjung yang membeli durian di kawasan ini lumayan ramai. Selain strategis karena di dekat jalan, di sekitar lokasi juga terdapat arena pasar malam. (LP2/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here