27.1 C
Manokwari
Selasa, Juli 16, 2024
27.1 C
Manokwari
More

    Ketua PGRI Pegaf Minta Ada Kuota Khusus Bagi Guru Honorer

    Published on

    Pegaf–Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten Pegunungan Arfak, Yosep Muid atas nama semua guru honorer maupun kontrak yang ada di daerah ini meminta pemerintah Kabupaten Pegaf membuka kuota khusus tenaga guru pada formasi CPNS berikutnya.

    “Atas nama guru honorer di 10 distrik yang ada di kabupaten Pegaf, kami minta ada kuota khusus bagi penerimaan guru. Kalau kami berpatokan pada kuota yang diberikan pusat, kapan guru honorer ini bisa terangkat semua,” terang Yosep Muid, Rabu (5/8/20).

    Baca juga:  Hadiri Penamatan SD YPPK Santa Sisilia, Hermus Sampaikan Pentingnya Pendidikan  

    Menurut Yosep, saat ini jumlah tenaga guru honorer yang tersebar di 10 distrik banyak yang tidak lulus seleksi CPNS tahun 2018 kemarin. Sementara, sebagian besar dari mereka ada yang tercacat telah mengabdi di pedalaman selama 5 sampai 10 tahun. Parahnya lagi, sebagian dari mereka bahkan telah berumur 35 tahun ke atas. Dimana sesuai aturan tidak lagi bisa diikutkan pada penerimaan CPNS berikutnya.

    Baca juga:  Dosen dan Mahasiswa UNIPA Mengikuti Pelatihan Kehumasan dan Protokol  

    “Jadi kami minta bupati, wakil bupati, Sekda dan Kepala BKD Pegaf bekerja sama berusaha ke pusat sana, minta ada kuota khusus bagi semua guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun tanpa pamrih di pedalaman. Mereka betah di pedalaman, di saat sebagian besar orang ingin bekerja di kota, jadi tolong ini diperhatikan,” kata Yosep Muid.

    Baca juga:  Mantan Presiden Mahasiswa Dukung Proses Hukum Insiden Unipa

    Dirinya juga mengimbau semua guru honorer yang tidak lulus seleksi CPNS 2018 tetap tenang, jangan terprovokasi melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan hukum.

    “Kepada semua guru honorer tetap tenang, bersabar, saya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan apa yang harusnya menjadi hak kalian. Kalau kita telah bekerja keras dan bersabar, Tuhan pasti buka jalan,” pungkas Muid. (LPB2/Red)

    Latest articles

    TNI-Polri Ingatkan Bahaya Penggunaan Senpi-Handak: Ancamannya Hukuman Mati!   

    0
    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Teluk Bintuni menyelenggarakan penyuluhan tentang bahaya penggunaan dan penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak bagi...

    More like this

    Disdik Papua Barat Gelar Rakornis Pendidikan, Fokus Peningkatan Kualitas Layanan

    MANOKWARI, LinkPapua.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua Barat mengadakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis)...

    Pemkab Manokwari Larang Guru PPPK Ajukan Pindah Tugas

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Pemerintah Kabupaten Manokwari baru saja mengukuhkan ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...

    Diduga Banyak Siswa ‘Titipan’, Orang Tua Protes PPDB di SMAN 1 Manokwari

    MANOKWARI,linkpapua.com- Puluhan orang tua siswa berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Jumat...