oleh

Gubernur: Tongkonan,Wadah Perekat Persatuan Warga Toraja dan Suku Lain di Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, hadir pada pembangunan/ma’pabendan tongkonan (rumah adat) Toraja pada Sabtu (29/5/2021) di Kampung Soribo, Distrik Manokwari Barat, oleh Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Manokwari.

Di tanah seluas satu hektare tersebut, tidak hanya dibangun tongkonan, tetapi juga rumah kaki seribu yang merupakan rumah adat suku Arfak dan juga lumbung padi yang merupakan satu kesatuan dengan tongkonan.

Dalam sambutannya, gubernur menilai Tongkonan bisa jadi wadah perekat persatuan warga Toraja dan juga membangun hubungan baik dengan suku lainnya di Manokwari.

Gubernur juga mengakui masyarakat Toraja tersebar merata baik di pegunungan maupun pesisir. Apalagi Toraja dinilai memiliki kesamaan dengan Papua. Toraja juga diminta ikut menjaga kerukunan di Papua Barat. Pembangunan tongkonan ditargetkan rampung pada April 2022. Dirinya memberi apresiasi bagi pembangunan Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu yang dilaksanakan oleh IKT Manokwari.

Mandacan mengungkapkan bahwa ini adalah kali ini pertama tongkonan dan rumah kaki seribu dibangun berdampingan. “Pembangunan tongkonan yang juga berdampingan dengan rumah kaki seribu sebagai adat suku Arfak baru pertama kali dilakukan di sini sehingga perlu diikuti oleh suku-suku lainnya. Tongkonan bisa jadi wadah perekat persatuan warga Toraja dan bangun hubungan baik dengan suku lainnya. Dengan begitu membantu pemerintah dalam menjaga kondisi daerah. Walaupun di era globalilasi, tetapi tetap menjaga kelestarian budaya,” tutur Dominggus.

Pada kesempatan ini, Dominggus juga mengakui selama ini masyarakat Toraja memberi kontribusi besar bagi pembangunan Papua Barat dan Manokwari. “Mari saling menghargai agar hidup rukun dan damai. Masyarakat Toraja saling berbagi ilmu dengan masyarakat Papua sehingga bisa maju dan sejajar,” kata Mandacan.

Ketua IKT Manokwari, Appi Pakilaran, mengungkapkan tongkonan memiliki makna duduk bersama. Tongkonan memiliki peran penting bagi masyarakat Toraja. “Tongkonan melambangkan kesatuan keluarga Toraja sebagai rumah peradaban dan adat yang dapat berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat perencanaan pelaksanaan kegiatan adat, tempat selesaikan persoalan pergumulan keluarga Toraja, bahkan acara adat suka cita dan duka cita. Nantinya di kawasan ini juga akan dibangun rumah kaki seribu yang merupakan rumah adat suku Arfak,” ungkapnya.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan pembangunan tongkonan untuk menjaga martabat warga Toraja. “Semua yang dilaksanakan ini untuk masyarakat. Bangsa kita besar tidak hanya diukur dari wilayah, tetapi karena kekayaan keanekaragaman budaya. Suku yang besar adalah suku yang menghargai sejarah. Pemkab Manokwari menyambut baik pendirian tongkonan ini. Semoga bisa dicontoh oleh suku lainnya. Saya yakin pembangunan tongkonan ini untuk eksistensi dan menjaga martabat masyarakat Toraja di rantau,” ungkap Hermus. (LP3/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini