27.6 C
Manokwari
Sabtu, November 23, 2024
27.6 C
Manokwari
More

    Satgas : Periksa kesehatan rutin bisa cegah risiko buruk COVID-19

    Published on

    WhatsApp

    Manokwari,Linkpapuabarat.com-Pemeriksaan kesehatan secara rutin bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah risiko buruk akibat terpapar COVID-19.

    “Banyak masyarakat yang tidak tau
    status kesehatanya, karena jarang bahkan tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi Papua Barat, Arnoldus Tiniap, Rabu (18/11).

    Juru bicara Satgas penanganan COVID-19 Papua Barat ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien COVID-19 yang meninggal di daerah ini memiliki penyakit penyerta.

    Baca juga:  Gandeng IDI dan Klinik Eye Centre, Dinsos Manokwari Gelar Operasi Katarak Gratis

    Selain itu, dari sekian pasien COVID-19 yang selama ini ditangani, penyakit penyerta sangat berpengaruh terhadap perkembangan virus dalam tubuh pasien.

    Dengan kontrol kesehatan lengkap, katanya, masyarakat akan tahu status kesehatannya. Selanjutnya bisa melakukan upaya, jika ada bibit penyakit kronis dapat segera dicegah agar tidak memburuk.

    “Dan sebaiknya itu rutin dilakukan minimal setahun sekali. Misalnya penyakit gula, kalau gula kita tinggi dalam tubuh virus akan cepat berkembang. Maka kita harus rutin periksa darah supaya tahu dan bisa dikontrol agar normal,” katanya lagi.

    Baca juga:  Stunting Papua Barat Masih di Angka 24%, Jacob Fonataba: Kita Terus Intervensi

    Ia pun berharap Dinas Kesehatan di seluruh daerah kembali menggencarkan gerakan hidup sehat. Hal ini sebagai upaya untuk mengajak masyarakat agar bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

    Ia bersyukur angka kematian pada kasus COVID-19 di Papua Barat cukup rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia.

    Baca juga:  Warga Sambut Baik Sosialisasi Pencegahan DBD di Kampung Bouw

    Secara akumulatif jumlah warga yang terpapar COVID-19 Papua Barat saat ini tercatat sebanyak 4672 orang. Dari jumlah tersebut, 4116 berhasil sembuh dan 72 orang meninggal dunia.

    Saat ini masih ada 484 pasien COVID-18 yang dirawat. Angka kematian pada kasus COVID-19 di Papua Barat 1,5 persen dan angka kesembuhan 88,1 persen.(LPB1/red)

    WhatsApp

    Latest articles

    Distribusi Logistik ke 6 Distrik di Fakfak Hari ini Dikawal 50...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com- Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menghadiri pelepasan distribusi logistik Pilkada ke 7 kabupaten di Kabupaten Fakfak, Sabtu (23/11/2024). Johnny...

    More like this

    Kadiskes Papua Barat Harap IDI jadi Penggerak Tranformasi Kesehatan

    MANOKWARI,Linkpapua.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Papua Barat menggelar seminar yang dirangkai dengan rapat...

    IDI Ungkap Penghambat Sektor Kesehatan di Papua Barat: Dokter Minim

    MANOKWARI,Linkpapua.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Papua Barat dr Adhe Ismawa mengatakan, tantangan...

    Papua Barat Disebut Belum Punya Grand Desain Kesehatan

    MANOKWARI,Linkpapua.com - Penyakit menular masih menjadi problem di hampir semua kabupaten di Papua Barat....