28 C
Manokwari
Selasa, Juli 16, 2024
28 C
Manokwari
More

    Pembagian Kelambu di Manokwari capai 97 persen

    Published on

    Manokwari,Linkpapuabarat.com – Upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran penyakit malaria terus dilakukan. Salah satunya dengan memberikan kelambu kepada masyarakat.

    Kepala bidang Pencegahan Penanggulangan Penyalit Menular Dinas Kesehatan Manokwari, Marthen Rantetampang menjelaskan penyaluran kelambu di Manokwari telah mencapai 97 %.

    “Nyamuk malaria itu adanya dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi sehingga sebaiknya tidur didalam kelambu ini diharapkan bisa meminimalisir penularan malaria. Selain itu perlu juga memperhatikan lingkungan sekitar agar tidak ada genangan air yang menjadi tempat nyamuk bersarang. Jika dalam satu keluarga ada yang tertular malaria harus segera diobati serta satu keluarga wajib dilakukan pemeriksaan untuk memastikan statusnya,”ungkap dia Selasa (1/12/2020).

    Baca juga:  Wabup Edi Budoyo Lepas 500 Peserta Maraton 10 K HUT Kota Manokwari

    Ditambahkan Marthen, kelambu disalurkan ke warga melalui masing-masing puskesmas. Untuk Manokwari sendiri akan disalurkan sebanyak 92.405.

    Baca juga:  Bersama Rayakan Idul Adha, Pj Sekda PB Bagikan Hewan Kurban untuk Masjid Al-Kausar Mako Brimob Manokwari

    Dari sekian puskesmas, ada beberapa puskesmas yang telah menyalurkan semua jatah kelambu bagi warga, seperti puskesmas Warmare, puskesmas SP 4, puskesmas Pasir putih, puskesmas Nuni, Sowi 4, puskesmas Tanah Rubuh, puskesmas Mobja, puskesmas Masni dan puskesmas Sidey,”jelas dia.

    Menurut Marthen, pada umumnya penyakit malaria dapat terjadi di seluruh wilayah di Manokwari. Yang terpenting bagaimana masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dari genangan air. Pembagian kelambu merupakan salah satu upaya Diana Kesehatan dalam rangka mencegah penyakit malaria.

    Baca juga:  Polisi Masih Buru Pelaku Percobaan Pemerkosaan di Kampung Petrus Kafiar

    “Sebenarnya angka malaria di Manokwari terus menurun, tapi di masa  pandemi ini sedikit berbeda. Kondisi kebersihan lingkungan yang sedikit diabaikan membuat angka penderita malaria meningkat,” pungkas Marthen. (LPB3/red).

    Latest articles

    TNI-Polri Ingatkan Bahaya Penggunaan Senpi-Handak: Ancamannya Hukuman Mati!   

    0
    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Teluk Bintuni menyelenggarakan penyuluhan tentang bahaya penggunaan dan penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak bagi...

    More like this

    Pengusaha Desak Kejati Tuntaskan Dugaan Korupsi 3 Proyek Jalan di Papua Barat

    MANOKWARI,linkpapua.com- Pengusaha asli Papua mempertanyakan belum adanya sikap konkret Kejaksaan Tinggi Papua Barat dalam...

    Distrik Manokwari Barat Upayakan Percepatan Capaian PIN Polio

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) polio yang terjadi tanah Papua, Pemerintah...

    Hadiri HUT Ke-6 Jemaat GPKAI, Dominggus Mandacan Beri Bantuan Rp50 Juta

    MANOKWARI, Linkpapua.com -Kepala Suku Besar Arfak Dominggus Mandacan menghadiri agenda pentahbisan dan perayaan HUT...