25.4 C
Manokwari
Jumat, Agustus 16, 2024
25.4 C
Manokwari
More

    Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi, Harga Ikan di Manokwari Kini Turun

    Published on

    WhatsApp

    MANOKWARi, Linkpapua.com - Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Yacob Fonataba melakukan sidak ke Pasar Sanggeng, Manokwari, Jumat (6/10/2023). Jacob mengecek stok dan harga sejumlah bahan pangan.

    Sidak dilakukan seusai launching Gerakan Peduli Masyarakat Papua Penuh Damai di Masjid Ridwanul Bakhri Fasharkan. Jocab mengatakan, harga pangan masih relatif terkendali. Tapi kenaikannya harus diantisipasi.

    “Ada kenaikan tapi tak terlalu signifikan. Masih relatif normal. Tetapi harus kita antisipasi,” terang Yacob.

    Yacob juga sempat berbelanja ke pasar ikan. Menurutnya, harga ikan justru turun. Padahal beberapa bulan lalu, ikan menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Papua Barat.

    Baca juga:  LAN Papua Barat Minta Dukungan Kodam Kasuari Dalam Perang Melawan Narkoba

    Yacob juga berbelanja sayur-sayuran dan buah. Dari sidak ini, ia menyimpulkan bahwa stok pangan masih cukup aman. Tak ada kelangkaan jenis pangan tertentu.

    “Untuk bahan pangan yang disuplai ke masyarakat, tersedia sangat baik di pasar”, ujarnya.

    Yacob Ajak Masyarakat Berkebun

    Sebelumnya, Penjabat Sekretaris Daerah Jacob Fonataba mengingatkan masyarakat akan naiknya harga pangan di tengah fenomena El Nino yang berkepanjangan. Menurut Jacob, harus ada solusi jangka pendek untuk mengantisipasi gejolak harga.

    “Jika Jawa dan Sulawesi sudah turun produksi padinya, otomatis persediaan beras nasional akan terbatas. Stok terbatas akan memicu kenaikan harga,” kata Yacob saat menghadiri launching Gerakan Peduli Masyarakat Papua Penuh Damai di tingkat Gemar Papeda di Masjid Ridwanul Bakhri Fasharkan, Manokwari, Jumat (6/10/2023).

    Baca juga:  Kemenkes Minta RSUD Papua Barat Segera Naik Tipe B

    Menurut Yacob, kondisi ini harus diantisipasi. Ia mengatakan, harga pangan tak bisa distabilisasi jika produksi menurun.

    Kemarin kata dia, beras premium mulai mengalami kenaikan. Meski kenaikannya masih relatif kecil, tetapi tetap akan memengaruhi saya beli masyarakat.

    “Kemarin saya sidak di gudang distributor, harga beras premium yang tadinya 15 ribu sudah mengalami kenaikan menjadi 16 ribu. Nanti bisa naik lagi jika produksi beras menurun”, ujarnya.

    Baca juga:  Pemprov Papua Barat akan Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

    Selaku Kepala Dinas Pertanian di Provinsi Papua Barat, Ia mengajak agar masyarakat mau berkebun. Menanam cabai, tomat, keladi dan betatas. Diversifikasi pangan menu harus diutamakan.

    “Jangan hanya makan nasi, bapak dan ibu juga harus berkebun”, ungkapnya.

    Yacob juga mengajak masyarakat agar lebih memilih produk produk lokal. Sebab produk lokal tak kalah berkualitas dan tentu akan membangkitkan ekonomi kerakyatan.

    “Ko top kalau ko beli produk-produk lokal mama-mama Papua,” imbuh Yacob. (LP12/red)

    WhatsApp

    Latest articles

    PSHT Teluk Bintuni Sabet Juara Umum Kejuaran Pencak Silat Champion Cup...

    0
    TELUK BINTUNI, linkpapua.com- Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang 272 Teluk Bintuni berhasil mempertahankan gelar juara umum pada kejuaran pencak silat Champion Cup-2. PSHT...

    More like this

    PSHT Teluk Bintuni Sabet Juara Umum Kejuaran Pencak Silat Champion Cup 2

    TELUK BINTUNI, linkpapua.com- Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang 272 Teluk Bintuni berhasil mempertahankan...

    4 Personel Polres Teluk Bintuni Raih Emas di Ajang Champions Cup 2, Kapolres: Membanggakan!

    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com - Empat personel Polres Teluk Bintuni membawa pulang medali emas pada kejuaraan...

    NasDem Resmi Usung Salamuk-Kora di Pilkada Sorsel, Gerindra-PSI Nyusul

    SORONG, Linkpapua.com- Partai NasDem resmi mengusung pasangan Martinus Salamuk - Paulinus Kora (Sako) di...