26.4 C
Manokwari
Minggu, Juli 14, 2024
26.4 C
Manokwari
More

    Balitbangda: Pasar Rumput Laut Wondama Sudah Terbuka

    Published on

    Manokwari,Linkpapuabarat.com-Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat, Charlie Heatubun mengatakan bahwa pasar rumput laut Teluk Wondama sudah terbuka.

    Dia berharap hasil panen di daerah tersebut terus digenjot dengan mengoptimalkan peran petani serta luas wilayah perairan yang tersedia.

    “Wilayah perairan Teluk Wondama masih sangat luas. Jika dioptimalkan kita bisa meningkatkan panen petani hingga 100 kali lipat,” kata Charlie, Senin (2/11).

    Menurutnya kondisi iklim Indonesia termasuk Teluk Wondama sangat mendukung. Penanaman dan panen bisa dilakukan sepanjang tahun.

    Baca juga:  Ruas Jalan Isim Rusak Parah, Dominggus Minta Balai Ikut Bertanggung Jawab

    “Kita berada di wilayah Khatulistiwa dengan iklim tropis. Sepanjang tahun petani bisa tanam dan panen. Apalagi masa untuk panen rumput laut ini cuma 45 hari,” katanya lagi.

    Pada Selasa pekan lalu 20 ton hasil panen rumput laut petani asli Papua di Teluk Wondama dikirim ke Surabaya. Saat ini rumput laut baru dikembangkan di sejumlah kampung yang tersebar di tiga distrik/kecamatan yakni Roon, Roswar serta Rumberpon.

    Charlie berharap masyarakat pesisir di distrik lain juga mulai membudidayakan tanaman tersebut. Saat ini produksi rumput laut di daerah tersebut masih sangat kecil, sedangkan pasar sudah terbuka lebar.

    Baca juga:  Jabaran APBD Papua Barat 2019, SILPA Capai 3 Triliun

    “Kendala kita ada pada petani, belum banyak masyarakat di sana yang membudidayakan rumput laut. Mudah-mudahan setelah melihat hasilnya, yang lain tergiur dan mau memulai,” ucap Charlie lagi.

    Secara keseluruhan, kata dia, produksi petani di tiga distrik ini baru berada pada kisaran 10 hingga 20 ton perpanen. Dengan luas wilayah perairan di Teluk Wondama produksi bisa ditingkatkan setidaknya mencapai 200 ton.

    Baca juga:  Polresta Manokwari Terjunkan Ratusan Personel Amankan Pasar Sanggeng

    Disisi lain, lanjut Heatubun, transportasi masih kendala dan membutuhkan perhatian serius dari sejumlah pemangku kepentingan.

    “Mengingat jalur distribusi sangat berpengaruh terhadap pemberlakuan harga ditingkat petani. Biaya operasionalnya imbasnya, harga di petani tertekan,” katanya.

    “Petani mendapat harga beli Rp 6 perkilo gram, sedangkan harga jual di Surabaya Rp 18 ribu. Ada kesenjangan cukup jauh karena pembeli harus menanggung seluruh biaya operasional,” sebut Charlie menambahkan. (LPB1/red)

    Latest articles

    Bripka Septinus Arui Terima Penghargaan Hoegeng Awards 2024

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com- Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo,M.Si memberikan apresiasi terhadap gelaran Hoegeng Awards 2024. Dia juga mengaku bangga dengan para peraih penghargaan...

    More like this

    Bripka Septinus Arui Terima Penghargaan Hoegeng Awards 2024

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo,M.Si memberikan apresiasi terhadap gelaran Hoegeng...

    Petani Papua Barat Keluhkan Pupuk Belum Tersalur, Terhambat Administrasi

    MANOKWARI,Linkpapua.com - Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Agustinus...

    Selamat! Derek Ampnir Raih Gelar Doktor Lingkungan Hidup di Unipa

    MANOKWARI, Linkpapua.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga Plt Kepala Disnakertrans...