26.5 C
Manokwari
Selasa, Agustus 6, 2024
26.5 C
Manokwari
More

    Aktivis Papua Barat: Penembakan Hewan Konservasi Tanpa Izin Tindakan Terorisme

    Published on

    WhatsApp

    MANOKWARI, LinkPapua.com - Markus Fatem, aktivis dari BMP21 Papua Barat, mengemukakan pandangan tajam terkait serentetan insiden penembakan liar terhadap hewan-hewan konservasi tanpa melalui prosedur resmi penggunaan senjata api di wilayah konservasi.

    Menurutnya, tindakan ini tidak hanya keliru, tetapi juga mengandung dimensi hukum yang sangat serius. Fatem bahkan berani menyebutkan tindakan semacam ini sebenarnya dapat dikategorikan sebagai perbuatan terorisme di tanah Papua.

    “Tembak hewan konservasi, seperti rusa, burung cenderawasih tanpa izin administrasi operasional itu termasuk tindakan terorisme. Sebab, mengancam kehidupan makhluk hidup,” kata Fatem dalam rilis yang diterima LinkPapua.com, Rabu (16/8/2023).

    Baca juga:  Akan Dijadikan Mas Kawin, Polres Bintuni Ungkap Kepemilikan Senpi Ilegal

    Markus pun mendorong Pemprov Papua Barat untuk segera menertibkan peredaran senjata api ilegal. Langkah ini diharapkan dapat diwujudkan melalui penerbitan Perdasi dan Perdasus yang berkaitan dengan perlindungan hewan dan kawasan konservasi di Papua Barat.

    “Konservasi itu sangat penting untuk kehidupan berkelanjutan dalam proses-proses kehidupan makhluk hidup. Untuk itu sampai saat ini saya terus memantau keberadaan hewan endemik khas Papua di kawasan Taman Konservasi Alam Papua Barat,” ujarnya.

    Markus mengingatkan ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian alam. Namun, hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari Pemprov Papua Barat, MRP Papua Barat, atau DPR Papua Barat dalam mengeluarkan kebijakan yang jelas terkait perlindungan hewan dan kawasan konservasi.

    Baca juga:  BMP2I Harap Kapolda PB Johnny Edizon Atensi Pemberantasan Miras dan Prostitusi Online

    “Katanya Papua adalah provinsi penghasil hewan langka di dunia, maka kita harus jaga. Jangan label provinsi konservasi yang sudah bergema di dunia internasional itu hanya menjadi slogan biasa dan menjadi lahan korupsi bagi kepentingan para elite koruptor semata,” kata Fatem yang juga Ketua KKP Yayasan Konservasi Alam Papua Barat.

    Fatem menjelaskan upaya utama dalam bidang konservasi saat ini adalah melindungi dan memelihara hutan alam serta spesies hewan langka yang merupakan ciri khas asli Papua. Dalam satu dekade terakhir, banyak spesies endemik ini terancam punah akibat aktivitas manusia, terutama pemburuan.

    Baca juga:  Piala Dunia 2022: Prancis Umumkan Coret Karim Benzema

    “Pokok kerja konservasi adalah perlindungan, pemanfaatan, dan pengawetan terhadap hutan alam dan hewan-hewan langka yang bersifat endemik, salah satunya rusa dan burung cenderawasih yang terancam punah. Nah, semua ini terjadi akibat manusia yang terus saja memburu dan membunuhnya tanpa menghormati hak asasi atas kehidupan makhluk hidup,” ucapnya. (*/Red)

    WhatsApp

    Latest articles

    Pj Gubernur Ali Baham Pamer Capaian 2023: Realisasi Pendapatan Tembus Rp7,8...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com - Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Papua Barat 2023 mengalami kenaikan Rp7,836 triliun atau tumbuh...

    More like this

    Pj Gubernur Ali Baham Pamer Capaian 2023: Realisasi Pendapatan Tembus Rp7,8 T, PAD Lampaui Target

    MANOKWARI, Linkpapua.com - Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, realisasi Pendapatan Daerah...

    Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Triwulan II Tahun 2024 Tumbuh Impresif

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat pada triwulan II...

    Simulasi Sispamkota Pilkada 2024: Polres Bintuni Siapkan Penyelamatan Sandera

    TELUK BINTUNI,LinkPapua.Com - Polres Teluk Bintuni menggelar simulasi Sistem Keamanan Perkotaan (Sispamkota) Pilkada 2024....