28.6 C
Manokwari
Rabu, Mei 29, 2024
28.6 C
Manokwari
More

    Wabup Manokwari Motivasi Anak Eks Pecandu Aibon jadi Wirausaha

    Published on

    MANOKWARI, linkpapua.com – Wakil Bupati Manokwari Edi Budoyo mendorong anak-anak eks pecandu lem aibon membekali diri dengan keahlian agar bisa terjun ke dunia usaha. Bekal keterampilan akan membawa mereka lebih siap berkompetisi.

    “Karena itu penting membekali mereka dengan keterampilan. Salah satunya membuat krans bunga,” ujar Wabup saat membuka pelatihan wirausaha bagi mama Papua dan anak eks pecandu aibon, Senin (1/11/2021).

    Kegiatan pelatihan ini diikuti 30 orang. 20 peserta terdiri atas mama-mama Papua dan 10 peserta dari kalangan anak mantan pecandu aibon.

    Baca juga:  Kodam XVIII/Kasuari Beri Pengobatan Gratis bagi Pengungsi Aifat

    Mama Papua diberi pelatihan pembuatan olahan keripik. Sementara 10 anak mantan pengguna lem aibon mengikuti pelatihan pembuatan krans bunga.

    Kata Wabup, pelatihan ini akan bernilai ekonomi bagi mama Papua ke depan. Mereka sengaja diberi keterampilan mengolah Tere Keripik sukun karena kudapan ini punya potensi pasar menjanjikan.

    “Ini makanan yang terbuat dari sukun yang diiris tipis kemudian digoreng sampai kering dan renyah. Ini merupakan salah satu kudapan yang paling digemari oleh berbagai kalangan,” terang Budoyo.

    Baca juga:  Operasi Pekat di Manokwari, Polisi Sita Sajam dan Senapan di THM

    Budoyo mengungkapkan bahwa melihat permintaan pasar akan makanan ringan yang satu ini, maka pemerintah berinisiatif memberdayakan mama Papua.

    Ada pun pelibatan anak anak dalam pembuatan krans bunga agar mereka punya bekal keterampilan. Krans bunga ini juga punya market bagus.

    “Karangan bunga merupakan berbagai macam bunga yang disusun menjadi suatu bentuk yang elok. Tanda ucapan selamat untuk hiasan atau tanda turut berdukacita. Ini semua punya nilai pasar,” papar Budoyo.

    Baca juga:  Maju Pilkada Manokwari, Hermus Yakin Dapat Dukungan Mayoritas Partai Politik  

    Budoyo berharap kepada seluruh peserta yang akan mengikuti pelatihan agar dapat mengikuti dengan seriu. Sehingga ilmu yang diberikan oleh narasumber dapat diimplementasikan dengan baik dalam dunia usaha.

    “Pentingnya pelatihan pembuatan olahan keripik sukun dan pelatihan pembuatan krans bunga secara terpadu diharapkan mampu mewujudkan Manokwari yang religius, berbudaya, berdaya saing, mandiri dan sejahtera dan bisa memberikan manfaat yang besar dan menyentuh langsung kepada masyarakat” harap Budoyo. (LP2/red)

    Latest articles

    HUT Bintuni Dipusatkan di Alun-alun Argosigemerai: Lomba, Pameran, hingga Hiburan Artis...

    0
    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-21 Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, akan dipusatkan di alun-alun Argosigemerai, SP5, Distrik Bintuni....

    More like this

    HUT Bintuni Dipusatkan di Alun-alun Argosigemerai: Lomba, Pameran, hingga Hiburan Artis Ibu Kota

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-21 Kabupaten Teluk Bintuni,...

    Kemenkumham Raih Penghargaan Digital Government Awards SPBE Summit 2024

    JAKARTA, LinkPapua.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kembali meraih penghargaan Digital Government Awards...

    Pembangunan Dermaga Tofoi Teluk Bintuni Capai 99%, Peresmian Dijadwalkan 6 Juni

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com - Dermaga Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Kampung Tofoi,...