oleh

Papua Barat Siapkan Tim Reaksi Cepat, Antisipasi Dampak Siklon Tropis Surigae

MANOKWARI, Linkpapua.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat menyiapkan tim reaksi cepat penanganan bencana pada sejumlah lokasi yang dianggap rawan bencana. Tim siap tanggap dipersiapkan guna mengantisipasi dampak bencana signifikan akibat siklon tropis surigae.

“Tim siaga bencana disiapkan, sebagaimana peringatan dini dari BMKG atas kemunculan bibit siklon tropis. Kita (Papua Barat) siaga, tim yang disiapkan bukan hanya sekadar. Ini demi mengantisipasi kemungkinan terburuk,” kata Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir saat dikonfirmasi, Rabu (14/4/2021).

Ampnir menjelaskan, bukan hanya menyiapkan tim reaksi cepat. Namun juga merespons tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan, dengan cara melatih para relawan di komunitas penanganan bencana.

Tak sampai di situ, pihak BPBD juga menggandeng Komando Armada III TNI Angkatan Laut yang berpangkalan di wilayah Sorong. Sedikitnya, akan ada 13 kapal armada timur yang berpatroli di perairan utara Papua Barat.

Menurut Ampnir, persiapan tersebut tidaklah berlebihan. Sebab, Papua Barat masuk dalam tujuh daftar wilayah yang dimungkinkan terkena dampak siklon tropis yang mampu menciptakan bencana alam dasyat.

Untuk itu, upaya penanganan dilakukan semaksimal mungkin, dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

“Koordinasi bersama pihak TNI Angkatan Laut sudah dilakukan. Selain itu, besok kita akan gelar rapat strategis secara virtual bersama seluruh pemangku kepentingan di Papua Barat, untuk memantapkan persiapan,” kata Ampnir.

Rapat tersebut menindaklanjuti Surat Peringatan Dini Kepala BNPB Nomor: B-27/BNPB/D II/PK.03.02/04/2021 tertanggal 13 April 2021, tentang Peringatan Dini dan Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Siklon Tropis Surigae.

Siklon Tropis Surigae

Sebelumnya, pada Rabu 14 April, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari merilis peringatan dini cuaca ekstrem, berupa kemunculan bibit siklon tropis 94W di Pasifik Barat sebelah Utara Papua. Kondisi itu diprediksi akan berlangsung selama sepekan.

Namun demikian -informasi terkini- bibit siklon tropis 94W telah menjelma menjadi siklon tropis surigae. BMKG menyatakan, siklon tropis surigae terbentuk di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua, tepatnya di 8,2 Lintang Utara (LU)-137 Bujur Timur (BT), sekitar 1.050 Km sebelah utara Biak Provinsi Papua.

“Kepada masyarakat dan pemerintah harus siaga karena muncul bibit siklon tropis disebelah Utara Papua. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan disekitar sirkulasi siklonik yang harus diwaspadai dampaknya. Ini berpotensi menyebabkan tinggi gelombang laut mencapai empat meter,” kata Kepala BMKG Manokwari Daniel Tandi.

Siklon tropis atau disebut juga topan (badai) merupakan badai melingkar yang intens. Dalam kasus yang ekstrim, siklon tropis dapat mengakibatkan hembusan angin melampaui batas 320 Km/jam, dimana permukaan laut dapat mencapai tinggi enam meter diatas permukaan normal. Fenomena itu yang menyebabkan bencana alam di NTT dan NTB.(LP7/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini