Selasa, Oktober 26, 2021
29 C
Manokwari
29 C
Manokwari
Selasa, Oktober 26, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

143,235
Total Kematian
Updated on Tuesday, 26 October 2021, 16:28 4:28 pm
13,554
Total Kasus Aktif
Updated on Tuesday, 26 October 2021, 16:28 4:28 pm
4,240,479
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Tuesday, 26 October 2021, 16:28 4:28 pm

Kunjungi Pesisir Sopan Manokwari, Wamen LHK Harap Bisa Jadi Kawasan Hutan Mangrove

MANOKWARI, Linkpapua.com – Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, mengunjungi kawasan pesisir Sowi Pantai (Sopan) Manokwari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (13/10/2021).

Alue Dohong yang hadir dalam rangka launching atau peluncuran penanaman mangrove berharap, salah satu kampung di Manokwari yang melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Mangrove 2021 seluas 17 hektare ini, bisa menjadi kawasan wisata mangrove.

Dalam kesempatan tersebut Alue Dohong menyampaikan betapa pentingnya manfaat hutan mangrove terhadap penyediaan sumber pangan. Selain itu, sebagai proteksi terhadap bencana salah satunya menahan abrasi pantai.

Lebih dari itu, kata dia, mangrove juga bisa menjadi potensi wisata yang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, juga menambah pendapatan warga sekitar.

Ketua Kelompok Mangrove Sopan Manokwari, Agus Stepanus Fonataba, menyampaikan kegiatan penanaman mangrove sudah pernah dilakukan sejak 2006 dan 2014. Pada 2021 ini secara langsung dapat dikunjungi Wamen LHK.

“Tentunya ini menjadi motivasi tersendiri buat kami warga Sowi Pantai dalam memberikan dukungan penuh melalui pelestarian dan perlindungan hutan mangrove yang sudah dirasakan manfaatnya selama ini,” ucap Agus.

Agus pun berharap dukungan pemerintah provinsi maupun kabupaten serta pemilik hak ulayat agar bersama-sama membangun dan mewujudkan mimpi menjadikan Sopan sebagai kawasan wisata mangrove.

Sebagai penggagas kehadiran program PEN mangrove 2021 di Manokwari, Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang, menjelaskan bahwa selain di pesisir Sopan seluas 17 hektare, terdapat juga pada kawasan Pulau Lemon seluas 2 hektare dan kawasan Kampung Wamesa seluas 22 hektare.

“BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Remu Ransiki, Direktoral Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pemerintah Kabupaten Manokwari, pemilik hak ulayat, khususnya warga ketiga kampung yang telah berkomitmen bersama mensukseskan program ini,” beber Lebang.

“Semoga dapat berjalan secara baik hingga tahun-tahun selanjutnya. Semoga komitmen kita bersama menjadikan pesisir pantai Manokwari hijau kembali dapat terwujud dengan menjadikan kawasan pesisir pantai Manokwari sebagai kawasan hutan mangrove,” imbuhnya. (LP3/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here