Senin, Agustus 15, 2022
28.6 C
Manokwari
28.6 C
Manokwari
Senin, Agustus 15, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Kejar Herd Immunity, Giliran Komunitas Waria Jadi Sasaran Vaksinasi di Manokwari

MANOKWARI, linkpapua.com – Satgas Covid-19 provinsi Papua Barat memproyeksikan vaksinasi bisa menyentuh semua kelompok hingga akhir tahun. Komunitas waria salah satu target yang diharapkan bisa disentuh secepatnya.

“Kelompok ini (waria) para pekerja salon dan panti pijat, termasuk kelompok rentan. Salon  maupun panti pijat selalu berinteraksi dan punya kontak erat dengan orang-orang, sehingga harus divaksin,” terang Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 provinsi Papua Barat Derek Ampnir di rapat persiapan pelaksanaan vaksin bagi pemilik salon dan para waria se-Kota Manokwari, Kamis (19/11/2021) di aula rapat BPBD Papua Barat.

Menurut Derek, komunitas waria yang rata-rata berprofesi sebagai pemilik salon jumlahnya cukup besar. Dibutuhkan strategi khusus agar vaksinasi bisa menyentuh kalangan mereka dengan cepat dan menyeluruh. Tinggal bagaimana teknis pelaksanaannya agar lebih efisien. Sebab belum ada data valid terkait jumlah populasi mereka di Manokwari.

“Ini menjadi pemikiran bersama. Kami harapkan vaksinasinya efektif dan efisien,” tandasnya.

Lanjut Derek, persiapan vaksinasi bagi waria dan pemilik salon menunjukkan besarnya perhatian pemerintah bagi semua kalangan sosial di Manokwari dan Papua Barat pada umumnya. Karena itu dirinya meminta para waria merespons positif peluang ini.

“Tak perlu takut. Pemerintah siap mengayomi dan memberikan perlindungan. Vaksin yang kita berikan demi kebaikan bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Manokwari, Wanto yang juga hadir dalam rapat tersebut mengemukakan agar  sasaran program ini bisa lebih efektif,  maka satgas akan menyentuh kalangan waria secara organisasi. Satgas akan melakukan pendekatan pada organisasi yang mewadahi mereka untuk memudahkan vaksinasi kolektif.

“Kalau cukup banyak ga usah digabung dengan komunitas lain. Mereka akan kita layani tersendiri,” kata Wanto.

Ia menyebutkan, saat ini pemerintah tengah gencar menggenjot vaksinasi untuk mencapai herd immunity. Vaksinasi secara kelompok menjadi salah satu sasaran prioritas.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah data pasti populasi waria dan pemilik salon serta panti pijat di Manokwari. Ini harus valid untuk memudahkan penanganan,” singkat Wanto.

Kapolda Papua Barat melalui Kabid Dokkes Polda Papua Barat, AKBP dr. Bambang Pitoyo mengatakan pada prinsipnya nakes Polda siap mem-back up vaksinasi di manapun dan kapanpun termasuk bagi komunitas waria. Ia juga menyebut, sasaran pemerintah saat ini adalah mengejar herd immunity.

“Target kita akhir November capaian target vaksinasi 50 persen, akhir Desember 70 persen. Agar tahun depan kita bisa new normal kembali, meski tetap harus prokes,” kata AKBP dr. Bambang Pitoyo.

Ancaman Corona Gelombang Tiga

Perwakilan Dinas Kesehatan Papua Barat, Hendrik Marisan mengingatkan semua komponen agar mengantisipasi naiknya kembali kurva pandemi di akhir tahun. Kemungkinan itu terbuka karena mobilitas warga cenderung meningkat pada libur Nataru.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah libur Nataru. Ini jika mobilitas tak ditekan bisa menjadi pemicu naiknya kembali kasus Corona,” lanjut Bambang.

Selain menekan mobilitas, cakupan vaksinasi harus bisa sampai 70% pada Desember nanti. Vaksinasi dianggap sebagai jalan untuk bisa menghambat laju kasus Corona.

“Karena itu sasaran kita salah satunya teman teman waria dan pemilik salon.
Yang sudah vaksin terima kasih. Kita semua kerja sama agar kita bebas dari Covid-19. Dan ekonomi kita bisa bangkit kembali,” paparnya.

Wela, salah satu perwakilan kaum waria mengapresiasi perhatian Satgas Covid-19 Papua Barat. Ia menyebutkan, saat ini komunitasnya ada sekitar 120 orang. Yang aktif kurang lebih 60 orang.

“Saya akan komunikasi dengan teman-teman kapan mereka bersedia divaksin. Saya yakin teman-teman pasti sangat antusias,” ujarnya.

Senada Wela, Dede juga respek dengan vaksinasi yang akan dilakukan pada kelompok waria. Hanya saja sejauh ini dominan dari mereka masih takut divaksin.

“Teman waria sebagian besar belum divaksin. Yang sudah baru hitung jari. Kami akan bantu kasi penjelasan kepada mereka agar mau divaksin,” kata Dede.

Dalam rapat tersebut disepakati pelaksanaan Vaksinasi bagi komunitas waria akan dilaksanakan Sabtu, 20 November 2021 di Puskesmas Wosi.  (CP/red). 

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here