Jumat, Desember 2, 2022
26.5 C
Manokwari
26.5 C
Manokwari
Jumat, Desember 2, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Hadirkan Layanan Unggulan, RSUD Papua Barat Butuh Rp100 Miliar per Tahun

MANOKWARI, Linkpapua.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat berkomitmen menghadirkan pelayanan unggulan kepada masyarakat. Untuk mewujudkannya setidaknya butuh anggaran Rp100 miliar per tahun.

“Rumah sakit butuh anggaran Rp100 miliar per tahun dengan pelayanan unggulan (jantung, ginjal, paru, hemodialisis, dan lainnya),” kata Direktur RSUD Papua Barat, Arnoldus Tiniap, belum lama ini.

Arnoldus mengatakan, tahun ini RSUD Papua Barat mendapatkan porsi anggaran Rp50,8 miliar. Namun, lebih banyak dipergunakan membayar sumber daya manusia (SDM) dan sisanya untuk operasional.

“Tahun ini kita diberikan Rp50,8 miliar. Rp30 miliar digunakan untuk bayar tenaga kontrak, selebihnya digunakan untuk lainnya, seperti obat, listrik, air, oksigen, dan menambah alkes,” bebernya.

Menurutnya, dengan kebijakan pemerintah untuk mengakomodasi pengangkatan pegawai akan mengurangi beban anggaran.

Baca juga:  Kasus Gagal Ginjal Anak, Dinkes Papua Barat Ingatkan Tiga Obat Ini Tak Layak Konsumsi
Baca juga:  Kritisi Serapan Anggaran Lambat, Ketua DPR Papua Barat Minta Pj Gubernur Lebih Tegas

Arnoldus mengungkapkan, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit hingga saat ini baru Rp1,7 miliar selama enam bulan dari target Rp40 miliar. “Sampai akhir tahun kita bisa dapat Rp2-Rp3 miliar,” paparnya.

Arnoldus menyebut fasilitas cuci darah (hemodialisis) saat ini ruangannya sebenarnya sudah siap. “Tahun ini mau mengisi peralatan, namun karena ketersediaan anggaran sehingga tidak bisa dipaksakan. Kita harap begini, tapi kalau anggaran tidak cukup, tidak bisa dipaksakan,” ucapnya.

Di luar itu, juga harus disiapkan dokter spesialis, dokter umum, dan perawat yang dilatih khusus dan harus mengikuti pelatihan selama enam bulan.

Untuk melengkapi semua itu, kata Arnoldus, butuh komitmen pemerintah untuk mempersiapkan anggaran yang cukup. (LP9/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here