Senin, Oktober 3, 2022
28.7 C
Manokwari
28.7 C
Manokwari
Senin, Oktober 3, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

15 KK Korban Penggusuran Lahan Bandara Rendani Terima Sertifikat Tanah dan Rumah

MANOKWARI, Linkpapua.com – Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) korban penggusuran lahan Bandara Rendani pada 2020 lalu menerima sertifikat tanah beserta satu unit rumah tipe 36 di Kantor Badan Pertanahan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat, Rabu (31/8/2022).

Plh. Kepala Badan Pertanahan dan Lingkungan Hidup Papua Barat, Mintaria Sitorus, mengatakan 15 sertifikat ini diserahkan kepada 15 KK korban relokasi lahan bandara udara di Sogun Permai 5, Kabupaten Manokwari. Dirinya berharap, warga bisa menerimanya dengan sukacita.

“Ini adalah salah satu tupoksi kami dari Badan Pertanahan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat untuk dapat memperhatikan masyarakat yang terkena dampak relokasi,” kata Mintaria.

Sementara, Humas PT Fulica Land Manokwari, Enja Aikuan, juga berharap kepada 15 KK ketika menempati perumahan yang telah disiapkan agar dapat menjaga kebersihan serta kenyamanan.

Baca juga:  Peningkatan RSUD dan Pengembangan Jalan Jadi Program Strategis Kabupaten Sorong

Salah satu warga yang menerima sertifikat, Leo Mambor, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dalam hal ini Badan Pertanahan dan Lingkungan Hidup. Dia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Dominggus Mandacan yang pada saat kepemimpinannya sebagai Gubernur Papua Barat telah mengambil kebijakan khusus membantu 15 korban penggusuran yang telah terealisasi saat ini.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Bakal Kembangkan Potensi Wisata Pulau Fani

Keterlambatan penyerahan sertifikat yang kurang lebih dua tahun ini dikarenakan 15 KK harus melengkapi beberapa dokumen, yakni Askes, BPJS, KTP, Kartu Keluarga, maupun lainnya.

Adapun dokumen yang diserahkan kepada 15 KK adalah sertifikat tanah asli, akta jual beli tanah, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) asli, bukti bayar BPHTB, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) asli, serta kuitansi pelunasan rumah tipe 36 serta Pajak Bumi Bangunan (PBB). (LP2/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here