Senin, September 20, 2021
28.1 C
Manokwari
28.1 C
Manokwari
Senin, September 20, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

140,468
Total Kematian
Updated on Monday, 20 September 2021, 09:48 9:48 am
60,969
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 20 September 2021, 09:48 9:48 am
4,190,763
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 20 September 2021, 09:48 9:48 am

Jimmy Demianus Ijie Meninggal Dunia, Mengenang Kembali saat Menangis di Paripurna MPR

MANOKWARI, Linkpapua.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie, meninggal dunia di usia 53 tahun. Jimmy meninggal karena komplikasi penyakit.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD PDIP Provinsi Papua Barat, Petrus Makbon, membenarkan kabar duka rekan sejawatnya itu. Petrus Makbon mengatakan, Jimmy Demianus Ijie meninggal dunia karena komplikasi diabetes dan jantung.

“Komplikasi diabetes dan jantung. Beliau (Jimmy Demianus Ijie) meninggal setelah sempat dalam perawatan medis (opname) di salah satu rumah sakit di Makassar. Rencananya akan dimakamkan di Papua Barat,” kata Makbon saat dikonfirmasi Linkpapua.com, Jumat malam (23/7/2021).

Kepala Suku Besar Biak di Manokwari (Mananwir Bar Mnukwar) itu melanjutkan, pengiriman jenazah masih dalam proses lebih lanjut. Belum diketahui apakah upacara penghormatan terakhir akan dilakukan secara virtual atau digelar di Gedung DPR RI.

“Sementara pihak keluarga dan anggota parlemen yang mengurus. Namun, terlepas dari itu semua, perkenankanlah kami (fraksi DPD PDIP Papua Barat) menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para keluarga dan handai taulan yang ditinggalkan. Semoga Almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Makbon.

Jimmy Demianus Ijie lahir di Fategomi pada 21 Maret 1968. Fategomi merupakan sebuah desa kecil yang kini menjadi bagian dari wilayah pemekaran Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Pada 1980, Jimmy Demianus Ijie kecil lulus pendidikan formal di SD YPK Pison Fategomi dan SMP Negeri Nabarua Nabire pada 1985. Dia melanjutkan pendidikan SMA di YPPK St. Agustinus Sorong dan lulus pada 1988.

Jimmy Demianus Ijie dewasa mendapat gelar sarjana pertamanya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 1993. Gelar keduanya ialah Sarjana Hukum yang diraihnya pada 2009 di Universitas Jakarta.

Karier, Politik, dan Tangis Rakyat
Untuk kali kedua Jimmy Demianus Ijie lolos sebagai anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat dengan perolehan 66.555 suara pada Pemilu 2019. Ijie merupakan satu-satunya wakil Papua Barat dari fraksi PDIP yang duduk di kursi D PR RI setelah mengungguli perolehan suara pada Pemilu 2014 silam.

Jimmy Demianus Ijie dikenal sebagai sosok mekarnya Provinsi Irian Jaya Barat (kini Papua Barat). Dalam perjuangannya melepaskan Papua Barat dari provinsi induk Papua, dia menjabat sebagai Komnas Reaktivitasi Provinsi Irian Jaya Barat pada 2002.

Selain itu, Jimmy Demianus Ijie pernah menjabat sebagai Ketua Pengprov Perbasi Papua Barat sejak pada 2006 serta Ketua Dewan Pimpinan Provinsi HKTI Papua Barat sejak 2007.

Sebagai politisi, Jimmy Demianus Ijie diketahui pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDIO Papua Barat periode 2010-2015. Namun begitu, kariernya di kancah perpolitikan nasional baru benar-benar dimulai ketika dilantik sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019 pada 18 Juli 2017.

Dilansir dari situs dpr.go.id, selama menjabat sebagai anggota DPR RI, Jimmy Demianus Ijie bertugas di Komisi II yang membidangi Kepemiluan, Otonomi Daerah, dan Reforma Agraria. Pada Januari 2018, Jimmy Demianus Ijie berpindah tugas ke Komisi I yang membidangi Intelijen, Luar Negeri, dan Pertahanan.

Di periode keduanya, Jimmy Demianus Ijie sempat menjadi viral di banyak media saat dirinya menangis ketika menyampaikan interupsi dalam sidang Paripurna MPR RI, Rabu (2/10/2019) lalu. Dirinya yang memang mewakili Dapil Papua Barat tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi wilayah tanah kelahirannya saat ini.

Dalam interupsinya, dengan tangisan sedih bercampur marah, Jimmy Demianus Ijie memprotes jalannya rapat paripurna yang bertele-tele. Padahal, apa yang diributkan oleh para anggota parlemen hanyalah menentukan pimpinan MPR, bukannya membahas hal yang substansial seperti memperjuangkan aspirasi rakyat.

Dinamika yang terjadi dalam rapat kalau itu, menurut Jimmy Demianus Ijie hanya mempertontonkan hasrat kekuasaan. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat di tanah Papua.

Padahal, kegagalan pembangunan di tanah Papua bukan hanya kesalahan dari pemerintah daerah setempat, tetapi juga kesalahan pemerintah pusat.

Jimmy Demianus Ijie dengan lantang menegaskan, yang diperjuangkan oleh masyarakat Papua adalah kemerdekaan. Mereka ingin merdeka dari kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. (LP7/red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here