Senin, Oktober 3, 2022
28.7 C
Manokwari
28.7 C
Manokwari
Senin, Oktober 3, 2022

Indonesia COVID-19 Statistics

156,717
Total Kematian
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am
6,080,451
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Monday, 27 June 2022, 10:37 10:37 am

Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Kesbangpol Papua Barat Gelar FGD Bersama Lintas Tokoh

TELUK BINTUNI, Linkpapua.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat menggelar focus group discussion (FGD) bersama Komuniti Intelijen Bintuni, dan sejumlah perwakilan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta tokoh pemuda.

Kegiatan yang berlangsung di ruangan rapat Kantor Kesbangpol Teluk Bintuni, SP 3, Distrik Manimeri, Selasa (20/9/2022), ini mengangkat tema Bersama Mewujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif di Teluk Bintuni.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Junov Siregar, yang menjadi salah satu narasumber menjelaskan tentang undang-undang terkait dengan tugas dan peran anggota Polri, di antaranya sebagai pelindung, pengayom, dan melayani masyarakat.

Mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, kata dia, pihaknya terlebih dahulu berupaya melakukan pembinaan mental di internal personel anggota kepolisian. “Selain mencintai tugas dan fungsi sebagai Polri, dalam menjalankan tugas sebagai pengayom sayangilah masyarakat,” ujar lulusan Akpol 2000 ini.

Baca juga:  Pemprov Kucurkan Rp2,6 Miliar Bantuan Keuangan untuk Parpol, Golkar Terbanyak
Baca juga:  Pemprov Kucurkan Rp2,6 Miliar Bantuan Keuangan untuk Parpol, Golkar Terbanyak

Sementara, mewakili Dandim 1806/Teluk Bintuni, Pjs. Kasdim Kapten Kav. Satria Dharmanugraha, berharap melalui FGD ini meningkatkan tali silaturahmi lintas stakeholder.

Satria menekankan terkait perlunya monitoring pengawasan terhadap keberadaan pekerja orang asing di wilayah Teluk Bintuni. Dibutuhkan sinergitas perlu seluruh elemen untuk hal tersebut.

Plt. Kepala Kesbangpol Teluk Bintuni, Rheinhard C. Maniagasi, menyampaikan FGD sebagai upaya pencegahan segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat menimbulkan situasi kurang kondusif di daerah.

Pihaknya, kata dia, berkewajiban membentuk tim komunitas intelijen daerah (kominda) yang saat ini sedang dalam tahapan menyusun draf. “Kita masih menunggu penerbitan SK-nya dan akan segera menyosialisasikan serta penyusunan program apa saja yang bisa dilaksanakan,” ungkapnya. (LP5/Red)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here