25.9 C
Manokwari
Selasa, Juni 18, 2024
25.9 C
Manokwari
More

    Tambang Emas Ilegal di Manokwari-Pegaf Diduga Didanai Asing

    Published on

    Tambang Emas Ilegal di Manokwari-Pegaf Diduga Didanai Asing

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Aktivitas penambangan emas ilegal di Manokwari dan Pegunungan Arfak saat ini kian masif. Penambangan diduga melibatkan donatur warga negara asing (WNA).

    Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Dr Andi Muliyono menduga ada pembiaran yang membuat aktivitas ini kian masif. Ia pun meminta Kapolda Papua Barat agar mengambil tindakan hukum terhadap para donatur.

    “Maraknya penambang emas ini tentu secara hukum perlu ada tindakan, meski awalnya merupakan kebijakan pemerintah untuk menjadikan tambang rakyat” kata Andi Mulyono, Senin (14/2/2022).

    Baca juga:  Warga Minta Kepolisian Setop Penertiban Tambang di Distrik Masni

    Saat ini penambangan mulai sangat ekskalatif karena tidak lagi dilakukan secara tradisional. Para penambang telah menggunakan eksavator.

    Berdasarkan data yang dimiliki, terdapat lebih dari 100 eksavator dikerahkan ke lokasi tambang di Maserawi Distrik Masni Kabupaten Manokwari dan juga Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak.

    “Aktivitas tambang ilegal ini butuh sebuah keberanian dari Kapolda Papua Barat dan jajarannya untuk melakukan tindakan hukum. Tidak boleh ada pembiaran karena sudah merusak alam Papua,” ucap Andi Muliyono yang juga Dosen Hukum Pidana.

    Baca juga:  Tambang Emas Ilegal Marak, Hermus: Kekayaan Alam Kita Dicuri Habis-habisan

    Jika kondisi ini terus terjadi, maka masyarakat pada umumnya patut menduga bahwa kepolisian pun turut membiarkan adanya aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan eksavator.

    Diakui, penambangan ilegal selama ini memang dinikmati oleh sebagian masyarakat pemilik hak wilayat. Tetapi kerusakan lingkungan akibat para penambang menggunakan alat berat sudah sangat merusak lingkungan.

    “Saat ini memang menurut sebagian masyarakat menguntungkan. Namun lima hingga 10 tahun mendatang akan berakibat bagi daerah lain di sekitarnya, terutama banjir dan tanah longsor,” tuturnya.

    Baca juga:  Kecelakaan di Tambang Emas Ilegal Manokwari, Dua Orang Tewas, 1 Bocah Hilang

    Menurut Muliyono, tambang rakyat atau tambang tradisional hanyalah sebuah kedok. Faktanya para penambang menggunakan alat berat untuk mengeruk emas.

    Sebelumnya, Bupati Manokwari Hermus Indou menegaskan seluruh aktivitas penambangan emas di Manokwari selama ini adalah ilegal. Dia bahkan mengancam akan melaporkan hal ini ke Presiden Jokowi jika perangkat daerah di Papua Barat tak mampu menghentikannya. (LP2/Red)

    Latest articles

    Pj Gubernur Ali Baham Jadi Khatib Salat Id di Manokwari, Serukan...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.com - Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, salat Idul Adha 1445 H/2024 M bersama ribuan jemaah di lapangan Kodim 1801/Manokwari, Senin...

    Alumni Yapis Manokwari Sumbang 1 Ekor Sapi

    More like this

    Pj Gubernur Ali Baham Jadi Khatib Salat Id di Manokwari, Serukan Keteladanan Nabi Ibrahim

    MANOKWARI, LinkPapua.com - Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, salat Idul Adha 1445...

    Kurban di Masjid Nurul Qolbi Manokwari, Momen Pererat Silaturahmi Umat Beragama

    MANOKWARI, LinkPapua.com - Jemaah Masjid Nurul Qolbi Amban Permai, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, melaksanakan...

    Alumni Yapis Manokwari Sumbang 1 Ekor Sapi

    MANOKWARI, Linkpapua.com-Alumni Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Manokwari menyalurkan hewan kurban berupa sapi di sekolah...