Rabu, September 29, 2021
27.8 C
Manokwari
27.8 C
Manokwari
Rabu, September 29, 2021

Indonesia COVID-19 Statistics

141,709
Total Kematian
Updated on Wednesday, 29 September 2021, 11:38 11:38 am
38,652
Total Kasus Aktif
Updated on Wednesday, 29 September 2021, 11:38 11:38 am
4,211,460
Total Kasus Terkorfirmasi
Updated on Wednesday, 29 September 2021, 11:38 11:38 am

Sistem Belajar Daring Membebani Sekolah dan Orang Tua Siswa

MANOKWARI – Penerapan sistem belajar berbasis on line (during) terpaksa diterapkan dimasa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) sesuai dengan instruksi pemerintah mendapat berbagai tanggapan. Sistem belajar tersebut dianggap tidak efektif terutama pada daerah yang memiliki keterbatasan jaringan internet seperti didataran Warmare, Prafi, Masni dan Sidey (Warpramasi).

Kepala sekolah SMP negeri 11 Masni Supadi mengatakan akibat keterbatasan internet memang sangat dikeluhkan oleh siswa.”Kondisi jaringan internet juga diperparah dengan tidak adanya fasilitas yang disiapkan dari dinas untuk setiap sekolah. Sehingga pihak sekolah hanya mengandalkan modem untuk mengakses internet. Sehingga proses belajar-mengajar dianggap tidak berjalan dengan baik,”ungkap dia Selasa (28/7/2020).

Hal lain yang juga dianggap memberatkan adalah kemampuan orang tua siswa dalam menyiapkan fasilitas internet dirumahnya. Ini menuntut orang tua menyiapkan biaya tambahan untuk membeli paket data agar anaknya bisa mengakses internet.

“Memang anak-anak berharap proses belajar mengajar seperti biasanya tetapi dengan kondisi seperti ini belum memungkinkan dilaksanakan sehingga siswa juga kurang antusias. Terlebih kebanyakan orang tua berlatar belakang petani dan kebun oleh karena itu jarang melakukan pengawasan dirumahnya,”tambah dia.

Anggota DPRD Manokwari dari komisi A yang membidangi pendidikan Siswanto meminta agar dinas memberikan kompensasi akibat adanya kebijakan proses belajar-mengajar tersebut.”Perlu ada dana stimulan dari dinas agar bisa membantu menyiapkan fasilitas yang memadai. Orang tua siswa yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan berkebun yang penghasilannya tidak menentu mengeluhkan biaya yang dikeluarkan untuk membeli paket data. Dengan jaringan internet yang tidak stabil di sana menyebabkan belajarnya juga tidak maksimal,”urainya.

Politisi Golkar itu juga meminta agar program internet masuk sekolah dapat bisa direalisasikan. Selain sistem belajar melalui daring dan luring, dinas memfasilitasi proses belajar melalui Radio Republik Indonesia (RRI).(*/LPB3)

Latest news
Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here