28.7 C
Manokwari
Kamis, Juni 20, 2024
28.7 C
Manokwari
More

    SDIC Beberkan Kontribusi ke Tanah Papua: Bayar Pajak Rp500 M Lebih

    Published on

    MANOKWARI, linkpapua.com– Direktur PT SDIC Papua Cement Indonesia Li Yicao menjelaskan, SDIC merupakan proyek semen pertama yang diinvestasikan oleh perusahaan asal China, China Anhui Conch Group di Papua. Li Yicao mengklaim telah memberi kontribusi pajak lebih dari Rp500 miliar selama beroperasi.

    “Sejak didirikan, perusahaan telah aktif memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan, membayar total Rp513.647.000.000 (500 miliar) pajak,” ujar Li dalam keterangannya, Jumat (19/1/2024).

    Selain itu kata Li, pihaknya juga telah membayar sumber daya mineral atau pemilik hak ulayat kepada keluarga besar Mansim. Lalu sebanyak 3.200 tenaga kerja Indonesia telah dipekerjakan.

    “Juga telah melatih sejumlah besar pekerja industri. Perusahaan telah aktif berpartisipasi dalam pemeliharaan jalan sekitar, sekolah, desa dan kota dan gereja, memberikan sumbangan kontribusi sosial, dan memenuhi tanggung sosial perusahaan,” paparnya.

    Dijelaskan Li, pada saat yang sama, untuk mengatasi masalah kurangan pasokan listrik dan pemadaman listrik bagi warga sekitar di Manokwari, perusahaan bekerja sama dengan PLN pada tahun 2017 untuk menyediakan listrik wilayah pada setempat melalui pembangkit listrik milik perusahaan.

    Baca juga:  18 Rumah Terdampak Pengembangan Bandara Rendani, Bupati Manokwari Temui Warga

    Perusahaan telah menyediakan total 337 juta kilowatt energi listrik bersih ke Manokwari dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi daerah. Namun akibat kenaikan harga batu bara, pembangkit listrik tersebut mengalami kerugian cukup parah dan terpaksa menghentikan pasokan listrik pada tahun 2021.

    “Kami berharap dapat terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan bersama-sama mendorong pembangunan infrastruktur di provinsi Papua Barat,” jelasnya.

    tantangan besar dan banyak kesulitan ketika berinvestasi di luar negeri. Meskipun produk semen perusahaan memiliki pangsa pasar terbesar di industri semen di Indonesia Timur, namun karena faktor-faktor seperti kurangnya sumber daya batubara di pulau Papua, tingginya suku bunga pinjaman dan biaya transportasi, serta beban pajak yang berat, perusahaan belum mampu mencapai target tersebut dan belum mendapat untung.

    Baca juga:  Genjot PAD, Perusda Bintuni Maju Mandiri Bangun Hotel dan Resort Sisar Matiti

    Dalam dua tahun terakhir, persaingan di pasar semen domestik Indonesia sangat ketat. Harga semen terus menurun dari tahun ke tahun, dan hanya sedikit proyek infrastruktur lokal yang membatasi investasi perusahaan dan pembangunan proyek tahap kedua.

    “Kami berharap pemerintah provinsi dapat memberikan dukungan yang lebih besar dalam hal insentif pajak, kebijakan investasi, pembangunan lingkungan usaha, penggunaan lahan, dil. sehingga kami dapat berinvestasi pada proyek tahap kedua sesegera mungkin memberikan kontribusi yang lebih besar kepada memperkuat perekonomian lokal,” katanya.

    Selanjutnya, pihaknya mengkoordinasikan dan menyelesaikan masalah pasokan listrik perusahaan ke wilayah Manokwari. Pembangkit listrik tenaga batu bara milik perusahaan memiliki dua unit pembangkit berkapasitas 20MW yang mampu menghasilkan listrik hingga 40MW per jam.

    Saat ini, unit pembangkit milik perusahaan 1 unit dalam keadaan operasi dan 1 unit dalam keadaan standby, dengan kemampuan menyediakan pasokan listrik eksternal sebesar 10-12MW/jam. Perusahaan telah melakukan negogiasi awal dengan PLN Jayapura untuk kerja sama sesegera mungkin untuk menjamin pasokan listrik selama Pemilu.

    Baca juga:  KPK Dampingi Pemprov Papua Barat Tagih  Utang Pajak PT SDIC

    “Kami dengan tulus meminta pemerintah provinsi untuk memperhatikan dan membantu meningkatkan kerja samp antara perusahaan dan PLN untuk memberikan jaminan energi bersih bagi penghidupan dan pembangunan ekonomi masyarakat setempat,” imbuhnya.

    Li pun mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur Papua Barat Bapak Ali Baham Temongmere dan pemerintah provinsi atas perhatian dan dukungan jangka panjang terhadap perusahaan.

    “Kami, perusahaan China, sangat senang membangun pabrik dan berinvestasi di Tanah Papua yang indah ini. Yang penuh vitalitas dan peluang. Oleh karena itu, kami sangat berharap di bawah kepemimpinan Bapak Pj Gubernur Papua Barat Bapak Ali Baham Temongmere, Provinsi Papua Barat akan mengalami perkembangan yang lebih gemilang di masa depan,” harapnya. (LP1/red)

    Latest articles

    Demo Tuntut jadi ASN Berujung Ricuh, Kantor BKPP Bintuni Dirusak

    0
    BINTUNI,LinkPapua.com-Sekelompok massa berunjuk rasa di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Teluk Bintuni, Rabu (19/6/2024). Aksi ini berujung ricuh. Massa melakukan perusakan di kantor...

    More like this

    Demo Tuntut jadi ASN Berujung Ricuh, Kantor BKPP Bintuni Dirusak

    BINTUNI,LinkPapua.com-Sekelompok massa berunjuk rasa di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Teluk Bintuni,...

    Kasus Korupsi Beras di Bintuni Naik ke Penyidikan, ASN Calon Tersangka

    TELUK BINTUNI,Link Papua - Polisi menaikkan status kasus dugaan penyelewengan beras Bulog ASN di...

    Pilkada 2024, PDIP Papua Barat Menunggu Arahan DPP

    MANOKWARI, Linkpapua.com- 2 bulan jelang pendaftaran calon kepala daerah pada Agustus mendatang, Partai Demokrasi...